Pj Gubernur Bahtiar Paparkan Strategi Atasi Kemiskinan di Rakorda Baznas Sulsel

- Admin

Rabu, 1 November 2023 - 18:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjabat Gubernur Provinsi Sulsel, Bahtiar Baharuddin, memaparkan strategi solusi mengatasi kemiskinan di Sulsel

Penjabat Gubernur Provinsi Sulsel, Bahtiar Baharuddin, memaparkan strategi solusi mengatasi kemiskinan di Sulsel

Mufasyahnews.com, Makassar – Penjabat Gubernur Provinsi Sulsel, Bahtiar Baharuddin, memaparkan strategi solusi mengatasi kemiskinan di Sulsel, pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) se-Sulsel, di Hotel Remcy Makassar, Rabu (01/11/2023).

Pj Gubernur Bahtiar menilai, kemiskinan sangat sulit untuk dituntaskan kalau hanya dengan skema bantuan sosial atau sejenisnya. Kemiskinan dan stunting harus diselesaikan dengan menambah pendapatan masyarakat di seluruh daerah di Sulsel.

“Tapi saya upayakan ini adalah masyarakat yang paling rentan secara ekonomi itu, saya injeksi dulu lewat program budidaya pisang,” tuturnya.

Konsep pertanian dinilai susah juga, apabila hanya sekedar tanam untuk konsumsi. Namun, harus memiliki konsep yang besar mencapai 500.000 hektare lahan tidak produktif, khusus untuk budidaya pisang.

Jika itu berhasil, kata Bahtiar, Pemprov Sulsel akan menjadi daerah penghasil pisang terbesar pertama di dunia, mengalahkan Thailand sebagai produsen pisang terbesar dunia saat ini.

“Makanya saya kalau ada konsep pertanian itu harus dalam skala besar. Kalau kecil-kecil saja tidak akan mengubah apa-apa. Tapi kalau kita secara besar atau massal, itu hasilnya besar,” ujarnya.

Budidaya pisang tersebut selain menjanjikan secara ekonomi, lanjut Bahtiar, juga mudah dibudidayakan masyarakat, karena merupakan tanaman budaya masyarakat Sulsel. Per satu hektare lahan, bisa menghasilkan sampai Rp100 juta lebih pertahunnya.

Ini merupakan cara untuk menekan angka kemiskinan dan stunting di Sulsel. Menurut dia, stunting itu terjadi bukan karena mereka tidak mau makan ikan, telur, daging dan sayur-sayuran, tapi karena masyarakat tidak mampu membelinya.

Untuk itu, tanaman pisang cavendish untuk sektor pertanian menggunakan teknik kultur jaringan. Kemudian sektor peternakan, pengembangan peternakan lewat Insiminasi Buatan (IB).

“Sebenarnya kita semua banyak yang ahli di bidang pertanian, tapi hanya mengerti soal bagian kecil dari komoditi dan tidak bisa mengubah itu menjadi uang. Dari sektor peternakan, sapi, kuda dan kerbau kita kembangbiakkan lewat Inseminasi Buatan (IB),” jelasnya.

“Dari sektor pertanian, kita menggunakan kultur jaringan lewat bonggol pisang ini. Satu bonggol bisa menjadi 15 -20 anakan pisang. Itu lebih cepat daripada kita tanam hanya satu pohon saja. Sektor perikanan, kita ada sistem keramba, rumah ikan atau rumpon dan pembuatan terumbu karang buatan,” lanjutnya.

Untuk mendukung program-program tersebut, Pj Gubernur Sulsel bersama Kepala OJK Sulampua dan perbankan, memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR) di lima perbankan. Yakni BNI, BRI, BSI, Mandiri, dan Bank Sulselbar.

“Ini program kita bantu dari segi modal, pasar dan kepastian harganya. Sekarang OJK sudah bantu kami memberikan bantuan lewat KUR di lima bank,” pungkasnya.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, KH Noor Achmad, menyampaikan terimakasih atas kesediaan waktu Pj Gubernur Sulsel hadir dalam acara Rakorda Baznas Sulsel bersama seluruh Baznas Kabupaten Kota se-Sulsel.

Dirinya mengapresiasi program Pemprov Sulsel untuk mengatasi stunting lewat sektor pertanian, sektor perikanan dan peternakan.

“Provinsi Sulawesi Selatan luar biasa berkembangnya bersama Kabupaten Kota se-Sulsel untuk menghapus stunting. Sesuai instruksi Presiden, untuk turun sampai zero stunting tahun depan,” katanya.

Untuk itu, ia menyampaikan agar Pemprov Sulsel tidak ragu dengan Baznas Sulsel untuk membantu juga penurunan stunting di Provinsi Sulsel. “Jangan ragu sedikitpun untuk bersama kami dalam pengentasan kemiskinan ekstrim di Sulsel,” tegasnya.

Ketua Baznas Sulsel, Muhammad Khidri Alwi, mengaku, menyampaikan terimakasih kepada Pj Gubernur Sulsel. Ia berharap,  dalam pertemuan ini bisa menghasilkan rekomendasi dalam menyukseskan program Baznas bersama Pemprov Sulsel.

Berita Terkait

Aset Sitaan Kasus Haji Tajang Diduga Jadi Showroom Mobil Listrik, Kejari Makassar Lakukan Investigasi
Ketua KNPI Ujung Pandang Dukung Relokasi PKL yang Humanis dan Partisipatif di Kota Makassar
Piala Dunia 2026 : Portugal Ditahan Imbang RD Kongo 1-1 pada Laga Perdana Grup K
Literasi Keuangan Jadi Sorotan dalam Seminar PAI dan OJK di Unhas
Tim Pengabdian UNHAS Dorong Penguatan Tata Kelola Desa Wisata Berbasis Potensi Lokal di Desa Bontomarannu Kepulauan Selayar
Demo Mahasiswa Kembali Digelar di Makassar, 1.500 Personel Polisi Disiagakan
Mahasiswa dan Pemuda Sulsel Siap Gelar Unjuk Rasa di Sejumlah Titik Kota Makassar
Baliho Penolakan PSEL Terpasang di Tamalanrea, Warga Soroti Dampak Lingkungan

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:51 WITA

Aset Sitaan Kasus Haji Tajang Diduga Jadi Showroom Mobil Listrik, Kejari Makassar Lakukan Investigasi

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:02 WITA

Piala Dunia 2026 : Portugal Ditahan Imbang RD Kongo 1-1 pada Laga Perdana Grup K

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:36 WITA

Literasi Keuangan Jadi Sorotan dalam Seminar PAI dan OJK di Unhas

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:50 WITA

Tim Pengabdian UNHAS Dorong Penguatan Tata Kelola Desa Wisata Berbasis Potensi Lokal di Desa Bontomarannu Kepulauan Selayar

Senin, 15 Juni 2026 - 12:43 WITA

Demo Mahasiswa Kembali Digelar di Makassar, 1.500 Personel Polisi Disiagakan

Senin, 15 Juni 2026 - 12:40 WITA

Mahasiswa dan Pemuda Sulsel Siap Gelar Unjuk Rasa di Sejumlah Titik Kota Makassar

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:07 WITA

Baliho Penolakan PSEL Terpasang di Tamalanrea, Warga Soroti Dampak Lingkungan

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:03 WITA

Unhas Bantah Isu 28 Mahasiswa Diskors Usai Kritik Pengelolaan MBG

Berita Terbaru