Mufasyahnews.com, Makassar – Dosen Universitas Musamus Merauke, Papua Selatan, Ermelinda Agnes Gunu, S.Pd., M.Pd., resmi meraih gelar doktor di bidang Ilmu Pendidikan dari Universitas Negeri Makassar (UNM), Selasa (26/5/2025). Gelar tersebut diraihnya setelah berhasil mempertahankan disertasi yang mengangkat integrasi kearifan lokal Suku Marind dengan model Problem Based Learning (PBL) dalam pendidikan karakter siswa sekolah dasar.
Dalam disertasinya yang berjudul “Penerapan Prinsip Hidup Suku Marind dengan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Menumbuhkan Karakter Siswa Sekolah Dasar di Merauke”, Agnes menegaskan bahwa nilai-nilai budaya lokal Papua, seperti keselarasan dengan alam, kebersamaan, dan tanggung jawab, dapat diinternalisasi secara efektif melalui pendekatan pembelajaran berbasis masalah.
“Model PBL yang didukung media infografis terbukti mampu menciptakan deep learning, di mana siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Agnes di hadapan tim penguji.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pembentukan karakter siswa setelah penerapan metode ini di lingkungan sekolah dasar. Hal ini menjadi bukti bahwa pendidikan karakter yang berakar pada budaya lokal dapat menjadi fondasi kuat dalam membentuk generasi muda yang cerdas secara akademik dan berintegritas.
Tim penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Abdullah Pandang, M.Pd., Prof. Dr. Abdul Saman, M.Si., Kons., Dr. Widya Karmila S. Achmad, M.Pd., Dr. Hj. Herlina, M.Pd., dan Dr. Mulyadi, M.Pd., menyatakan Agnes lulus dengan predikat memuaskan.
Promotor Prof. Dr. Wahira, M.Pd., dan ko-promotor Dr. Kartini Marzuki, M.Si., menyambut baik hasil penelitian tersebut dan menyebutnya sebagai kontribusi penting bagi pengembangan pendidikan berbasis budaya lokal. Mereka menilai model ini dapat direplikasi di daerah lain yang memiliki kekayaan budaya serupa.
Agnes, yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Dekan FKIP dan Sekretaris LPPM Universitas Musamus Merauke, berencana mempublikasikan hasil penelitiannya di jurnal internasional. Ia berharap dapat bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Merauke untuk mengimplementasikan temuannya secara luas di sekolah-sekolah dasar.
“Harapannya, hasil penelitian ini bisa berdampak nyata bagi penguatan pendidikan karakter di Papua, khususnya di Merauke,” tutupnya.












