Mufasyahnews.com, Makassar – Dinas Sosial Kota Makassar kembali melakukan penertiban terhadap manusia silver dan anak jalanan yang marak berkeliaran di sejumlah titik lampu lalu lintas. Dalam giat penjangkauan terbaru, petugas menemukan fakta yang memilukan: seorang anak kecil, sebut saja A*** (identitas disamarkan)**, yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar, terpaksa berhenti sekolah demi memenuhi tuntutan orang tua untuk turun ke jalan mencari uang.
Kisah A***** mencerminkan realitas getir yang masih menghantui kota ini. Di usia yang seharusnya dipenuhi dengan impian dan pendidikan, ia justru harus menghadapi kerasnya kehidupan jalanan, mengecat tubuh dengan cat perak, mengorbankan masa depan demi sesuap nasi. Sabtu (05/07/2025).
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen melakukan penjangkauan dan pembinaan terhadap anak-anak seperti A*****. Mereka yang terjaring akan dibina dan diberikan pendampingan di UPT Rumah Penampungan dan Trauma Centre (RPTC) agar dapat kembali mengakses hak-hak dasarnya, termasuk pendidikan dan perlindungan anak.
“Ini bukan semata soal ketertiban kota, tapi soal masa depan generasi kita. Kami minta seluruh masyarakat turut peduli dan berhenti memberikan uang di jalan, karena itu justru memperkuat mereka bertahan di situasi yang salah,” tegas Andi Bukti.
Masihkah kita peduli?
Kita bisa ikut membantu mereka bukan dengan memberi uang di jalan, tapi dengan mendukung program perlindungan sosial dan melaporkan bila menemukan anak-anak dalam situasi yang tidak layak.
Mari ki’ jaga masa depan mereka.
Berikan mereka peluang, bukan uang.












