Mufasyahnews.com, Jakarta – Harga emas batangan terus menanjak dan kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Berdasarkan data terkini, harga emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) naik Rp78.000 menjadi Rp2.487.000 per gram pada perdagangan Selasa (21/10/2025).
Kenaikan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor global seperti tensi geopolitik, perang dagang, dan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS). Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan tren kenaikan tersebut masih akan berlanjut hingga akhir tahun.
“Bank sentral AS akan menurunkan suku bunga pada November atau Desember. Di sisi lain, perang dagang dan ketegangan di Timur Tengah serta Eropa juga belum mereda,” kata Ibrahim.
Ia memproyeksikan harga emas dunia bisa menembus US$ 4.500 per troy ons sebelum 2026, yang berarti harga emas domestik berpotensi menembus Rp 3 juta per gram. “Kalau sampai di level itu, kemungkinan di Indonesia bisa mencapai sekitar Rp3,15 juta per gram,” jelasnya.
Ibrahim juga menilai, harga emas yang terus menanjak membuat investasi logam mulia menjadi semakin mahal, terlebih dengan stok emas yang disebut mulai terbatas. “Emas sekarang di US$ 4.341 per troy ons, bahkan sempat menyentuh US$ 4.380. Jauh di mata, tapi dekat di hati begitu kira-kira kondisi emas saat ini,” ujarnya.
Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut memperkuat kenaikan harga emas dalam negeri. “Rupiah sempat menguat di awal perdagangan, tapi akhirnya melemah 17 poin. Ini makin mendorong harga emas domestik naik,” imbuhnya.
Senada, analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, juga menilai harga emas masih berpotensi meningkat di sisa tahun ini. Menurutnya, permintaan global terutama dari bank sentral dunia masih sangat kuat dan akan menopang kenaikan harga emas hingga beberapa tahun ke depan.
“Permintaan emas masih sangat tinggi, terutama dari bank sentral. Dalam tiga hingga lima tahun ke depan tren ini akan tetap kuat,” ujar Lukman.
Ia memperkirakan harga emas global bisa mencapai US$ 4.400 hingga US$ 4.600 per troy ons, sementara harga emas di Indonesia akan mengikuti kenaikan tersebut. “Idealnya harga emas dunia ditutup di kisaran itu, dan harga dalam negeri otomatis akan menyesuaikan,” tutup Lukman.












