Mufasyahnews.com, Makassar – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar mengikuti Rapat Koordinasi Teknis dan Non-Teknis terkait penerapan sistem pembayaran pada aplikasi Lontara+ bersama Bank Sulselbar. Kegiatan ini digelar secara virtual melalui Zoom Meeting pada Senin (24/11/2025) sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan digital pariwisata di Kota Makassar.
Rapat ini diprakarsai oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar bersama Tim Transformasi Digital Makassar untuk membahas integrasi pembayaran yang akan mendukung fitur pemesanan tiket dan layanan wisata lainnya di aplikasi Lontara+. Lontara+ sendiri tengah dipersiapkan sebagai platform digital yang menyediakan berbagai layanan pariwisata secara terpusat dan mudah diakses masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, menekankan pentingnya optimalisasi sistem pembayaran sebagai fondasi kelancaran transaksi digital. Ia menyebut, kecepatan dan responsivitas menjadi faktor penting dalam menghadirkan layanan yang nyaman bagi pengguna.
Salah satu isu teknis utama yang menjadi perhatian adalah jeda penerimaan notifikasi pembayaran yang dinilai terlalu lama dari standar ideal. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat proses pemesanan tiket dan akses fasilitas wisata jika tidak segera dibenahi.
“Beberapa waktu terakhir kami sudah berkoordinasi dengan pihak Bank Sulselbar maupun tim teknis. Masalah utama berada pada durasi penerimaan notifikasi pembayaran yang masih membutuhkan waktu. Ini harus segera dicarikan solusinya demi efektivitas layanan,” jelas Kadispar.
Ia menambahkan bahwa integrasi sistem yang andal akan mempermudah wisatawan dalam mengakses layanan secara lebih cepat, nyaman, dan teratur. “Kita berharap semua proses ini berjalan lancar dan sistem pembayaran Lontara+ dapat segera terimplementasi dengan baik. Tujuan kita sama: memastikan masyarakat mendapat layanan digital pariwisata yang lebih cepat, nyaman, dan terintegrasi,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, seluruh pihak yang terlibat akan menyusun timeline kerja bersama sebagai panduan penyelesaian proyek. Timeline tersebut mencakup target implementasi, estimasi waktu peluncuran, serta mitigasi risiko teknis maupun administratif untuk memastikan sistem pembayaran Lontara+ dapat berfungsi optimal saat diluncurkan.












