Mufasyahnews.com, Makassar – Husnul Khulqy Akhwan menjadi perhatian publik setelah tercatat sebagai Jamaah Calon Haji (JCH) termuda di Kloter 1 Embarkasi Makassar. Perempuan berusia 19 tahun asal Kabupaten Soppeng ini mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji, sebuah pencapaian yang tergolong langka di usia muda.
Husnul merupakan mahasiswi semester 4 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (UMI). Ia tergabung dalam Kloter 1 yang tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar, pada Selasa (21/4/2026) pukul 06.30 Wita, menandai dimulainya rangkaian keberangkatan jamaah haji dari wilayah tersebut.
Sebanyak 387 jamaah tergabung dalam kloter ini, terdiri atas 386 orang dari Kabupaten Soppeng dan satu orang dari Kota Makassar. Di antara ratusan jamaah tersebut, Husnul mencuri perhatian sebagai peserta termuda, sekaligus bagian dari skema penggabungan mahram yang memungkinkannya berangkat lebih cepat.
Saat ditemui di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang, Husnul mengaku terharu dan bahagia atas kesempatan tersebut. Ia menyebut keberangkatan ini merupakan impian yang telah lama ia nantikan, meskipun menyadari masa tunggu haji di Indonesia umumnya berlangsung cukup lama.
“Pasti terharu dan bahagia karena menjadi jamaah haji termuda tahun ini,” ujarnya.
Keberangkatannya tidak terlepas dari skema penggabungan mahram bersama sang ibu. Ibunya diketahui telah mendaftar haji sejak 2010, sementara Husnul baru terdaftar pada 2021. Melalui kebijakan tersebut, keduanya dapat berangkat bersama tanpa harus menunggu antrean reguler.
“Ini penggabungan mahram, ikut sama mama,” katanya.
Skema penggabungan mahram merupakan kebijakan yang memungkinkan anggota keluarga inti, seperti anak dan orang tua, berangkat dalam satu kelompok. Selain menjaga kebersamaan, kebijakan ini juga memudahkan pendampingan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Untuk menunaikan rukun Islam kelima ini, Husnul mengambil cuti kuliah selama lebih dari 40 hari. Ia mengaku keputusan tersebut diambil agar dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk tanpa terganggu aktivitas akademik.
“Saya cuti kuliah sekitar 42 hari,” ungkapnya.
Meski masih muda, Husnul mengaku telah menyiapkan berbagai doa yang akan dipanjatkan selama di Tanah Suci. Ia berharap momentum spiritual ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya.
“Banyak doa untuk keluarga, teman-teman, dan juga untuk diri saya sendiri,” tuturnya.












