Munafri Jamin Nasib PPPK, Pastikan Tak Ada Pemangkasan PPPK di Tengah Efisiensi Anggaran

- Admin

Minggu, 5 April 2026 - 10:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk tidak melakukan pengurangan terhadap Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) meski menghadapi tekanan fiskal dan pembatasan belanja pegawai.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memastikan bahwa seluruh tenaga PPPK tetap dipertahankan karena memiliki peran penting dalam pelayanan publik. Ia menegaskan tidak akan ada kebijakan pemangkasan maupun perumahan pegawai di lingkup Pemkot Makassar.

“Apapun kebijakan, tidak ada yang dirumahkan dan tidak ada pemangkasan. PPPK adalah bagian penting yang harus kita pertahankan,” ujar Munafri.

Kebijakan ini diambil di tengah kekhawatiran sejumlah daerah terkait pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Kondisi tersebut sempat memunculkan ancaman pengurangan tenaga PPPK di berbagai wilayah akibat tekanan anggaran.

Namun, Pemkot Makassar memilih langkah berbeda. Alih-alih melakukan efisiensi melalui pengurangan pegawai, pemerintah kota menempuh strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk menjaga keseimbangan fiskal.

Munafri menjelaskan, pihaknya mengoptimalkan berbagai sumber pendapatan daerah, termasuk membuka peluang ekonomi baru dan memperkuat sektor pajak daerah. Langkah ini diharapkan mampu menopang kebutuhan belanja pegawai tanpa bergantung sepenuhnya pada dana transfer pusat.

“Strategi kami bukan hanya efisiensi, tetapi juga optimalisasi pendapatan daerah agar tetap mampu membiayai kebutuhan pegawai,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot Makassar juga melakukan pengetatan terhadap potensi kebocoran pendapatan serta meningkatkan sistem pengelolaan penerimaan daerah. Upaya ini dinilai penting untuk mendorong peningkatan PAD tanpa menambah beban masyarakat.

Pada 2026, target PAD Kota Makassar ditetapkan sekitar Rp2,3 triliun. Target tersebut tergolong menantang, terutama setelah adanya pengurangan dana transfer pusat sekitar Rp500 miliar melalui skema Transfer ke Daerah (TKD).

Meski demikian, pemerintah kota tetap optimistis mampu menjaga stabilitas keuangan sekaligus mempertahankan seluruh tenaga PPPK.

Munafri menilai, menjaga keberlangsungan tenaga kerja yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik merupakan hal yang tidak bisa dikompromikan. Ia juga menegaskan bahwa setiap kebijakan strategis akan melalui kajian menyeluruh, bukan keputusan instan yang berpotensi menimbulkan dampak sosial.

“Kalau langsung menghilangkan pekerjaan tentu tidak. Semua harus melalui tahapan dan perhitungan fiskal yang matang,” ujarnya.

Kebijakan ini mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Pengamat politik Universitas Hasanuddin, Adi Suryadi Culla, menilai langkah Pemkot Makassar menunjukkan keberpihakan terhadap masyarakat, khususnya tenaga PPPK.

Menurutnya, di tengah banyak daerah yang mempertimbangkan pengurangan pegawai, keputusan mempertahankan PPPK menjadi bukti kepedulian sosial pemerintah kota.

“Ini langkah yang patut diapresiasi. Pemkot Makassar tidak menjadikan PPPK sebagai objek efisiensi, tetapi mencari solusi melalui peningkatan pendapatan daerah,” kata Adi.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut tidak hanya menjaga stabilitas ekonomi para pegawai, tetapi juga memastikan kualitas pelayanan publik tetap optimal.

Sepanjang 2025, Pemkot Makassar telah mengangkat sebanyak 8.854 tenaga honorer menjadi PPPK. Kebijakan mempertahankan tenaga kerja ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam menghadapi tekanan anggaran tanpa mengorbankan pelayanan publik.

Berita Terkait

Pelaku Pencabulan dan Pembunuhan Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis
Cathlyn Dapat Dukungan Beasiswa dari INTI di Tengah Kontroversi Seleksi Paskibraka
Wali Kota Makassar Perkuat Komitmen Toleransi pada Perayaan Waisak 2570 BE
Wabup Bone Hadiri Makassar Half Marathon 2026, Tegaskan Dukungan Gaya Hidup Sehat
Munafri Apresiasi Ribuan Pelari MHM 2026, Targetkan Event Bertaraf Internasional
Perketat Pengawasan MHM 2026, Perumda Parkir Pastikan Bebas Parkir Liar dan Pungli
Makassar Half Marathon Kategori 10k Digelar Hari ini, Perkuat Citra Makassar sebagai Kota Event Olahraga
Makassar Half Marathon 2026 Digelar Akhir Pekan, Jalan Penghibur Ditutup Total

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 17:22 WITA

Pelaku Pencabulan dan Pembunuhan Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis

Senin, 1 Juni 2026 - 17:20 WITA

Cathlyn Dapat Dukungan Beasiswa dari INTI di Tengah Kontroversi Seleksi Paskibraka

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:14 WITA

Wali Kota Makassar Perkuat Komitmen Toleransi pada Perayaan Waisak 2570 BE

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:38 WITA

Munafri Apresiasi Ribuan Pelari MHM 2026, Targetkan Event Bertaraf Internasional

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:35 WITA

Perketat Pengawasan MHM 2026, Perumda Parkir Pastikan Bebas Parkir Liar dan Pungli

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:31 WITA

Makassar Half Marathon Kategori 10k Digelar Hari ini, Perkuat Citra Makassar sebagai Kota Event Olahraga

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:28 WITA

Makassar Half Marathon 2026 Digelar Akhir Pekan, Jalan Penghibur Ditutup Total

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:22 WITA

Kebakaran Landa RSUD Syekh Yusuf Gowa, Diduga Korsleting Listrik

Berita Terbaru

Sport & Esport

Yuran Fernandes Resmi Berpisah, PSM Kehilangan Kapten dan Pemimpin Tim

Senin, 1 Jun 2026 - 17:24 WITA

Sport & Esport

PSG Juara Liga Champions 2026 Usai Tundukkan Arsenal Lewat Adu Penalti

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:03 WITA