Mufasyahnews.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa tenaga ahli gizi tetap menjadi unsur wajib dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan ini disampaikan sebagai respons atas pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, yang sebelumnya menyebut program tersebut tidak memerlukan ahli gizi.
Dalam konferensi pers di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (19/11), Zulhas menekankan bahwa kebutuhan ahli gizi tidak bisa dihilangkan. Ia menyebut pengukuran gizi anak membutuhkan tenaga profesional. “MBG tetap dan harus, wajib, perlu profesi ahli gizi karena diukur nanti,” ujarnya.
Zulhas menjelaskan bahwa kecukupan gizi sejak dini menjadi penentu kualitas sumber daya manusia. Karena itu, keberadaan tenaga ahli gizi dianggap krusial dalam seluruh proses penyelenggaraan program. Ia menambahkan bahwa pemerintah terus memperkuat tata kelola MBG dengan membentuk tim koordinasi.
Tim ini dipimpin langsung oleh Zulhas bersama Menko PMK Pratikno dan Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar. Mereka menangani isu lintas kementerian dan lembaga, termasuk harmonisasi kebijakan dan penyelesaian masalah di pemerintah pusat maupun daerah.
Terdapat 13 kementerian dan lembaga yang terlibat dalam tim tersebut. Zulhas menyebut MBG sebagai program prioritas pemerintahan saat ini. Selain itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, ditunjuk sebagai pelaksana harian untuk memimpin proses sinkronisasi, koordinasi, monitoring, evaluasi, dan pengendalian program di lapangan.












