Sidang Korupsi Chromebook, Ahli Sebut Laporan Audit Hanya Asumsi

- Admin

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Jakarta – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim menghadirkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Agung Firman Sampurna, sebagai saksi ahli meringankan dalam sidang dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026).

Dalam persidangan, Agung menilai Laporan Hasil Audit (LHA) Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait kerugian negara sebesar Rp2,1 triliun tidak memenuhi syarat sebagai alat bukti yang sah karena dinilai bersifat asumtif.

Agung menjelaskan, terdapat tiga unsur utama yang harus dipenuhi dalam audit kerugian negara agar dapat digunakan di pengadilan. Pertama, adanya kerugian negara yang menjadi dasar utama audit investigatif. Kedua, adanya unsur perbuatan melawan hukum. Ketiga, adanya hubungan sebab-akibat atau kausalitas antara perbuatan melawan hukum dengan kerugian yang timbul.

“Dengan demikian terdapat tiga syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh suatu LHP atau LHA kerugian negara agar valid dan dapat menjadi alat bukti yang sah di pengadilan,” ujar Agung di hadapan majelis hakim.

Ia juga menilai metode perhitungan kerugian negara dalam kasus pengadaan Chromebook tidak sesuai dengan karakteristik barang yang dibeli. Menurutnya, pendekatan yang tepat seharusnya menggunakan metode fair value approach atau pendekatan nilai wajar.

Agung menyebut ketiga syarat tersebut tidak terpenuhi dalam laporan audit yang digunakan jaksa dalam perkara ini. Ia menilai audit investigatif yang dipakai bukan dilakukan oleh BPK sebagai lembaga auditor negara yang memiliki mandat konstitusional.

Selain itu, Agung menyoroti tidak adanya predikasi atau hubungan jelas antara dugaan pelanggaran hukum dengan kerugian negara dalam laporan audit tersebut. Ia mengungkapkan, audit sebelumnya yang dilakukan Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek dan BPKP terhadap program bantuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) tahun 2020 hingga 2022 tidak menemukan adanya kecurangan maupun penyimpangan hukum.

“Padahal secara substantif adanya predikasi merupakan syarat mutlak dilakukannya pemeriksaan audit investigatif,” kata Agung.

Ia turut menyoroti mekanisme pengadaan barang yang dilakukan melalui e-purchasing berdasarkan spesifikasi dan harga dalam e-katalog. Menurutnya, apabila memang terjadi persekongkolan, maka pihak yang lebih dahulu harus dimintai pertanggungjawaban adalah LKPP, prinsipal, dan penyedia barang.

Namun, lanjut dia, hal tersebut tidak diungkap dalam LHA kerugian negara yang disusun BPKP. Agung menilai hal itu menjadi kelemahan mendasar dalam audit tersebut.

“LHA kerugian ini tidak dapat dijadikan sebagai alat bukti yang sah, bahkan secara substansial dapat disimpulkan kerugian negara yang diungkap bersifat asumtif dan tidak pernah terjadi,” ujarnya.

Dalam perkara ini, Nadiem Makarim didakwa melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan laptop Chromebook saat menjabat Mendikbudristek. Proyek tersebut disebut merugikan negara hingga Rp2,1 triliun.

Selain Nadiem, tiga orang lainnya juga menjadi terdakwa, yakni Sri Wahyuningsih, Mulyatsyah, dan Ibrahim Arief.

Sri Wahyuningsih telah divonis empat tahun penjara, sementara Mulyatsyah dijatuhi hukuman 4,5 tahun penjara dalam kasus tersebut.

Berita Terkait

Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja
Diskusi di UGM Ricuh, Nusron Wahid: Ruang Dialog Demokratis Tak Boleh Ditutup
BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini
Qodari: MBG Tidak Akan Dihentikan Meski Didesak Mahasiswa
Kejagung Tetapkan Asep Yusuf Somantri Tersangka Baru Korupsi Program MBG
BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Rp6 Juta per Hari
KPK Bongkar Dugaan Suap Smart Board di Muara Enim, Seret Bupati dan ASN BPK
Sebanyak 30.500 Jemaah Haji Telah Tiba di Tanah Air, Keterlambatan Penerbangan Jadi Sorotan Kemenhaj

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:45 WITA

Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:41 WITA

Diskusi di UGM Ricuh, Nusron Wahid: Ruang Dialog Demokratis Tak Boleh Ditutup

Senin, 15 Juni 2026 - 12:47 WITA

BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:57 WITA

Qodari: MBG Tidak Akan Dihentikan Meski Didesak Mahasiswa

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:41 WITA

Kejagung Tetapkan Asep Yusuf Somantri Tersangka Baru Korupsi Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:38 WITA

BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Rp6 Juta per Hari

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:36 WITA

KPK Bongkar Dugaan Suap Smart Board di Muara Enim, Seret Bupati dan ASN BPK

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:11 WITA

Sebanyak 30.500 Jemaah Haji Telah Tiba di Tanah Air, Keterlambatan Penerbangan Jadi Sorotan Kemenhaj

Berita Terbaru

Sport & Esport

Piala Dunia 2026 : Uruguay vs Tanjung Verde Berakhir Imbang 2-2

Senin, 22 Jun 2026 - 16:04 WITA