Wali Kota Makassar Kunjungi Booth Kecamatan Biringkanaya di Festival Daur Bumi 2025, Apresiasi Inovasi UMKM Berbasis Daur Ulang Sampah

- Admin

Jumat, 12 Desember 2025 - 19:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Makassar – Komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mendorong pengelolaan lingkungan berkelanjutan kembali ditunjukkan melalui penyelenggaraan Festival Daur Bumi 2025 yang digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar. Festival yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 12–14 Desember 2025, ini dipusatkan di Balai Prajurit M. Yusuf Makassar dan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, serta komunitas lingkungan dalam mengampanyekan gerakan pengurangan dan pengelolaan sampah secara inovatif.

Pada Jumat (12/12/2025), Wali Kota Makassar, H. Munafri Arifuddin, bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar, Hj. Melinda Aksa Munafri, serta Sekretaris Daerah Kota Makassar, melakukan kunjungan langsung ke Booth Kecamatan Biringkanaya. Kunjungan tersebut menjadi perhatian tersendiri, mengingat Kecamatan Biringkanaya menampilkan berbagai produk unggulan hasil karya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memanfaatkan bahan baku dari hasil daur ulang sampah.

Kehadiran pimpinan daerah di booth Kecamatan Biringkanaya disambut hangat oleh jajaran pemerintah kecamatan dan para pelaku UMKM. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Makassar meninjau secara langsung produk-produk kerajinan tangan yang dipamerkan, sekaligus berdialog dengan para pelaku UMKM mengenai proses produksi, sumber bahan baku, hingga potensi pengembangan usaha berbasis ekonomi sirkular.

Dalam kunjungannya ke Booth Kecamatan Biringkanaya, Wali Kota Makassar H. Munafri Arifuddin menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan inovasi para pelaku UMKM yang memanfaatkan sampah sebagai bahan baku utama produk.

“Saya sangat mengapresiasi upaya Kecamatan Biringkanaya dan para pelaku UMKM yang mampu mengubah sampah menjadi produk bernilai ekonomi. Ini adalah contoh nyata bahwa persoalan lingkungan bisa diselesaikan melalui pendekatan kreatif dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Wali Kota Makassar.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar akan terus mendukung pengembangan UMKM berbasis ekonomi sirkular sebagai bagian dari strategi pengelolaan sampah perkotaan.

“Pengelolaan sampah tidak cukup hanya dengan penindakan, tetapi harus dibarengi dengan inovasi dan peluang usaha. UMKM seperti ini harus kita dorong agar berkembang, karena selain mengurangi sampah, juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Festival Daur Bumi 2025 sendiri mengusung semangat Replace, Reduce, Reuse, dan Recycle, yang sejalan dengan visi Pemerintah Kota Makassar menuju Makassar Bebas Sampah. Melalui festival ini, masyarakat diajak untuk melihat sampah bukan sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Jumat, 12 Desember 2025.

Booth Kecamatan Biringkanaya menjadi salah satu titik yang menarik perhatian pengunjung. Berbagai produk kreatif dipamerkan, mulai dari tas, dompet, aksesoris, hingga kerajinan dekoratif yang seluruhnya dibuat dari bahan daur ulang seperti plastik bekas, kain sisa, dan limbah rumah tangga lainnya. Produk-produk tersebut merupakan hasil kreativitas para pelaku UMKM Biringkanaya yang selama ini aktif mengembangkan usaha ramah lingkungan.

Dalam kunjungannya, Wali Kota Makassar menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan inovasi yang ditunjukkan oleh para pelaku UMKM di Kecamatan Biringkanaya. Ia menilai bahwa pemanfaatan sampah sebagai bahan baku utama produk kerajinan merupakan langkah konkret dalam mendukung pengurangan volume sampah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Menurut Wali Kota, pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan UMKM merupakan pendekatan yang tepat untuk menjawab tantangan lingkungan perkotaan. Selain membantu mengurangi beban tempat pembuangan akhir, pendekatan ini juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat serta menciptakan lapangan kerja baru. Ia berharap model seperti yang ditampilkan Kecamatan Biringkanaya dapat direplikasi oleh kecamatan lain di Kota Makassar.

Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar, Hj. Melinda Aksa Munafri, yang turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, juga memberikan apresiasi terhadap hasil karya UMKM Biringkanaya. Ia menilai bahwa keterlibatan perempuan dalam pengelolaan dan pemanfaatan sampah memiliki peran strategis, khususnya dalam membangun kesadaran lingkungan mulai dari lingkup keluarga.

Hj. Melinda Aksa Munafri menyampaikan bahwa produk-produk kerajinan yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga membawa pesan edukatif tentang pentingnya menjaga lingkungan. Ia berharap Dharma Wanita Persatuan di seluruh kecamatan dapat terus mendorong anggotanya untuk aktif dalam kegiatan pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis lingkungan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Makassar dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa Festival Daur Bumi menjadi sarana evaluasi sekaligus promosi berbagai inovasi pengelolaan sampah yang telah berjalan di Kota Makassar. Ia menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah kecamatan, UMKM, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program lingkungan yang berkelanjutan.

Pemerintah Kecamatan Biringkanaya melalui partisipasinya di Festival Daur Bumi 2025 menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kebijakan lingkungan Pemerintah Kota Makassar. Selama ini, Kecamatan Biringkanaya aktif mendorong masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah dari sumber, pengelolaan bank sampah, serta pengembangan UMKM berbasis daur ulang.

Camat Biringkanaya menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam Festival Daur Bumi 2025 merupakan bentuk dukungan nyata terhadap gerakan lingkungan sekaligus upaya mempromosikan potensi UMKM lokal. Menurutnya, festival ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan produk-produk unggulan Biringkanaya kepada masyarakat luas, termasuk pemangku kebijakan dan calon mitra usaha.

Lebih lanjut, Camat Biringkanaya menjelaskan bahwa pengembangan UMKM berbasis daur ulang tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga berkontribusi langsung dalam mengurangi timbulan sampah. Dengan memanfaatkan sampah sebagai bahan baku, pelaku UMKM turut menjadi bagian dari solusi permasalahan lingkungan di wilayahnya.

Festival Daur Bumi 2025 juga diisi dengan berbagai kegiatan edukatif, seperti pameran produk ramah lingkungan, lokakarya pengelolaan sampah, diskusi publik, serta pertunjukan seni bertema lingkungan. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengubah pola pikir terhadap pengelolaan sampah.

Antusiasme pengunjung terlihat tinggi sejak hari pertama pelaksanaan festival. Berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas lingkungan, hingga masyarakat umum, memadati area pameran untuk melihat langsung inovasi-inovasi yang ditampilkan oleh masing-masing peserta, termasuk booth Kecamatan Biringkanaya.

Kunjungan Wali Kota Makassar beserta jajaran pimpinan daerah ke booth Kecamatan Biringkanaya diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk. Dukungan dan perhatian dari pimpinan daerah dinilai sangat penting dalam mendorong keberlanjutan usaha kecil dan menengah, khususnya yang bergerak di bidang ekonomi kreatif berbasis lingkungan.

Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup berharap Festival Daur Bumi 2025 dapat menjadi agenda rutin yang mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor usaha. Dengan keterlibatan aktif seluruh pihak, diharapkan upaya pengelolaan sampah di Kota Makassar dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Camat Biringkanaya menyampaikan rasa bangga atas kunjungan pimpinan daerah serta partisipasi UMKM Biringkanaya dalam Festival Daur Bumi 2025.

“Keikutsertaan Kecamatan Biringkanaya dalam Festival Daur Bumi ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung program Makassar Bebas Sampah. Produk-produk yang ditampilkan merupakan hasil karya UMKM lokal yang memanfaatkan daur ulang sampah dan memiliki potensi ekonomi yang besar,” jelas Camat Biringkanaya.

Ia juga berharap melalui festival ini, UMKM binaan Kecamatan Biringkanaya dapat semakin dikenal luas dan mendapatkan dukungan berkelanjutan.

“Kami berharap melalui ajang ini, UMKM Biringkanaya tidak hanya dikenal, tetapi juga mendapatkan akses pasar dan pembinaan yang lebih luas, sehingga mampu tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan,” tutupnya.

Selain sebagai ajang pameran, Festival Daur Bumi juga menjadi sarana pertukaran ide dan praktik baik antarwilayah. Kecamatan-kecamatan yang berpartisipasi dapat saling belajar dan mengadopsi inovasi yang sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing. Hal ini sejalan dengan semangat kolaborasi dan gotong royong yang menjadi nilai dasar pembangunan Kota Makassar.

Dengan berlangsungnya Festival Daur Bumi 2025 selama tiga hari, Pemerintah Kota Makassar berharap pesan-pesan lingkungan yang disampaikan dapat terus bergema dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Perubahan perilaku dalam mengelola sampah menjadi kunci utama untuk mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Kunjungan pimpinan daerah ke booth Kecamatan Biringkanaya menjadi simbol dukungan penuh terhadap gerakan lingkungan dan pemberdayaan UMKM lokal. Pemerintah Kecamatan Biringkanaya pun optimistis bahwa melalui kolaborasi yang kuat dan inovasi berkelanjutan, masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

Festival Daur Bumi 2025 tidak hanya menjadi perayaan kreativitas dan kepedulian lingkungan, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan sampah dapat berjalan seiring dengan pengembangan ekonomi masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, Kota Makassar terus melangkah menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Ketua DPRD Makassar Supratman Ikuti Retret Nasional, Asah Visi Kepemimpinan Magelang
Pasca Dibakar Massa Gedung Utama DPRD Sulsel Akan Segera Dirobohkan
Juru Parkir Liar Resahkan Warga di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar
Disdukcapil Makassar Ungkap Dugaan Manipulasi Data WNA Asal China
Perumda Terminal Makassar Metro Genjot Pembenahan Fasilitas, Fokus pada Kenyamanan Penumpang
Munafri Tegaskan Larangan Reklame di Pohon, Tegaskan Penataan Kota Lebih Tertib
Ribut Saat Main Game Berujung Penikaman, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara
Pemkot Makassar Tertibkan 167 Lapak PKL di Biringkanaya, Pedagang Direlokasi ke Area Baru

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 23:09 WITA

Ketua DPRD Makassar Supratman Ikuti Retret Nasional, Asah Visi Kepemimpinan Magelang

Selasa, 14 April 2026 - 18:52 WITA

Pasca Dibakar Massa Gedung Utama DPRD Sulsel Akan Segera Dirobohkan

Selasa, 14 April 2026 - 18:45 WITA

Juru Parkir Liar Resahkan Warga di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar

Selasa, 14 April 2026 - 18:29 WITA

Disdukcapil Makassar Ungkap Dugaan Manipulasi Data WNA Asal China

Senin, 13 April 2026 - 18:29 WITA

Perumda Terminal Makassar Metro Genjot Pembenahan Fasilitas, Fokus pada Kenyamanan Penumpang

Kamis, 9 April 2026 - 20:22 WITA

Munafri Tegaskan Larangan Reklame di Pohon, Tegaskan Penataan Kota Lebih Tertib

Kamis, 9 April 2026 - 20:08 WITA

Ribut Saat Main Game Berujung Penikaman, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

Kamis, 9 April 2026 - 19:39 WITA

Pemkot Makassar Tertibkan 167 Lapak PKL di Biringkanaya, Pedagang Direlokasi ke Area Baru

Berita Terbaru