3 Pemuda/i Sulsel Peringati Momentum Kemerdekaan Indonesia ke-78 dengan Semarakkan Literasi

- Admin

Kamis, 3 Agustus 2023 - 22:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga pemuda/i asal Sulawesi Selatan (Sulsel) menghidupkan semangat literasi dalam memperingati Kemerdekaan Indonesia yang ke-78 dengan peluncuran buku

Tiga pemuda/i asal Sulawesi Selatan (Sulsel) menghidupkan semangat literasi dalam memperingati Kemerdekaan Indonesia yang ke-78 dengan peluncuran buku "Jalan Panjang Bonus demografi Kita".

Mufasyahnews.com, Makassar – Tiga pemuda/i asal Sulawesi Selatan (Sulsel) menghidupkan semangat literasi dalam memperingati Kemerdekaan Indonesia yang ke-78 dengan peluncuran buku “Jalan Panjang Bonus demografi Kita”.(03/08/2023)

Buku “Jalan Panjang Bonus demografi Kita” merupakan gagasan yang dimotori oleh Alfitra Mappunna, Astri Anggriani, dan Moch Imran. Buku ini memaparkan terkait langkah proaktif yang sudah seharusnya dilakukan oleh pemuda dalam menyambut bonus demografi.

Alfitra Mappunna menjelaskan “Buku Jalan Panjang Bonus Demografi Kita, merupakan hasil kolaborasi terkait potensi bonus demografi yang nantinya para pemuda yang mengambil peran. Melalui buku ini kami berharap dapat menjadi salah satu langkah dalam mendukung kesuksesan menuju bonus demografi dan sebagai jalan penguatan literasi khususnya dikalangan pemuda”

Astri Anggriani menambahkan” Perayaan kemerdekaan Indonesia menjadi momentum dalam merefleksi kembali tugas utama bagi pemuda sebagai pembawa perubahan seperti yang telah dituangkan dalam buku ini ”

Buku ini tidak hanya memberi ruang bagi pemuda untuk meraih pemahaman tentang bonus demografi, tetapi buku ini juga mendorong para pembaca ikut berpartisipasi dalam menyambut masa kejayaan Indonesia.

Moch Imran menyatakan “Buku Jalan Panjang Bonus demografi adalah langkah awal kami dalam mendorong pemuda/i untuk mengambil peran dalam menghadapi tantangan bonus demografi”.

Buku ini menjadi jembatan antara konsep dan tindakan, mendorong pemuda/i untuk keluar dari zona nyaman dan mengambil langkah-langkah konkret dalam mewujudkan cita-cita kemajuan. Melalui kata-kata dan wawasan yang disajikan dalam buku ini, pemuda/i diundang untuk terlibat aktif dalam menghubungkan wawasan dengan tindakan nyata.

Berita Terkait

Merdeka Bermimpi, Berani Berkarya: Sambung Tangan Rayakan Semangat Kemerdekaan Bersama Anak Binaan LPKA Kelas II Maros
Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Jadi Fokus Kolaborasi Paraikatte Community dan Pascasarjana UNM
Berbagi Inspirasi di PKKMB Unhas, Irwan Adnan: Jangan Takut Hadapi Setiap Proses
Mahasiswa KKN-T 116 Unhas Paparkan Enam Program Kerja Pertanian dan Teknologi Tepat Guna di Banyorang 1
IKA FKM UMI Mengecam Keras Penunjukan Safruddin sebagai Wakil Dekan III
5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Sidang Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Masih Menunggu Putusan Praperadilan
Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:24 WITA

Merdeka Bermimpi, Berani Berkarya: Sambung Tangan Rayakan Semangat Kemerdekaan Bersama Anak Binaan LPKA Kelas II Maros

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:23 WITA

Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Jadi Fokus Kolaborasi Paraikatte Community dan Pascasarjana UNM

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:29 WITA

Berbagi Inspirasi di PKKMB Unhas, Irwan Adnan: Jangan Takut Hadapi Setiap Proses

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:03 WITA

Mahasiswa KKN-T 116 Unhas Paparkan Enam Program Kerja Pertanian dan Teknologi Tepat Guna di Banyorang 1

Senin, 29 Juni 2026 - 16:55 WITA

5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:47 WITA

Sidang Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Masih Menunggu Putusan Praperadilan

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:45 WITA

Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:41 WITA

Diskusi di UGM Ricuh, Nusron Wahid: Ruang Dialog Demokratis Tak Boleh Ditutup

Berita Terbaru