Mufasyahnews.com, Makassar – Kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, melonjak tajam hingga tiga kali lipat pasca libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Lonjakan mulai terlihat sejak H+2 Lebaran, seiring meningkatnya minat masyarakat untuk berwisata alam.
Petugas loket objek wisata Bantimurung, Norma, mengatakan destinasi yang dijuluki “Kerajaan Kupu-Kupu” itu kembali dipadati pengunjung dari berbagai daerah. Mayoritas wisatawan berasal dari Makassar dan sekitarnya, meski sejumlah pelancong dari luar provinsi juga turut memanfaatkan libur panjang.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata, jumlah kunjungan saat puncak musim liburan seperti Lebaran mencapai 6.000 hingga 8.000 orang per hari. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan hari biasa yang berkisar antara 1.000 hingga 2.500 pengunjung, terutama saat akhir pekan.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Maros, Suwardi Sawedi, menyebut peningkatan tersebut didorong tingginya keinginan masyarakat menikmati wisata alam setelah menjalani ibadah selama bulan Ramadan. Selain akses yang mudah, Bantimurung dinilai menawarkan panorama alam yang lengkap dan menarik.
Untuk menjaga tren positif ini, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari memperkuat promosi digital melalui media sosial hingga menjalin kolaborasi dengan influencer. Selain itu, peningkatan infrastruktur dan fasilitas wisata juga menjadi fokus, disertai penyelenggaraan berbagai kegiatan menarik secara berkala.
Pemerintah daerah juga mendorong pengembangan paket wisata terpadu yang menghubungkan Bantimurung dengan destinasi lain di Maros, seperti Rammang-Rammang. Langkah ini diharapkan mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan belanja wisata.
Sebagai destinasi unggulan, Bantimurung dikenal dengan air terjun, gua batu kapur, serta taman kupu-kupu yang menjadi daya tarik utama. Didukung suasana sejuk dan panorama hijau, kawasan ini menawarkan pengalaman rekreasi yang menyegarkan bagi para pengunjung.












