Mufasyahnews.com, Makassar – Diplomasi budaya antara Indonesia dan Prancis semakin erat melalui penyelenggaraan Makassar International Writers Festival 2026. Festival literasi terbesar di kawasan timur Indonesia itu menjadi ruang pertemuan sastra, film, dan pertukaran gagasan lintas negara yang melibatkan berbagai pelaku budaya internasional.
Pada penyelenggaraan tahun ini, festival menghadirkan Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, bersama penulis dan sutradara asal Prancis, Philippe Claudel. Kehadiran delegasi budaya Prancis tersebut menjadi kali pertama negara itu terlibat langsung dalam festival yang digagas Lily Yulianti Farid.
Di sela rangkaian kegiatan MIWF 2026, rombongan Kedutaan Besar Prancis mengunjungi Kantor Kompas TV di Jalan Pengayoman, Kecamatan Panakkukang, Jumat (15/5/2026). Dalam kunjungan itu, Fabien Penone mengungkapkan kekagumannya terhadap Kota Makassar yang dinilai memiliki energi kreatif kuat, terutama dari kalangan anak muda.
“Ini adalah salah satu kota favorit kami dan saya sangat senang berada di sini untuk mengembangkan kerja sama kita lebih lanjut,” ujar Penone.
Menurut Penone, Prancis saat ini tengah memperluas diplomasi budaya dengan Indonesia dan tidak hanya berfokus di Jakarta. Makassar disebut menjadi salah satu kota penting dalam pengembangan kerja sama budaya, pendidikan, hingga ekonomi kreatif.
Ia menambahkan, hubungan yang dibangun Prancis dengan Makassar tidak hanya menyentuh dunia sastra, tetapi juga perfilman. Kedutaan Besar Prancis, kata dia, turut mengikuti perkembangan sineas muda Makassar, Khozy Rizal, yang belakangan mendapat perhatian internasional setelah film terbarunya masuk dalam program Critics’ Week di Festival Film Cannes.
“Kami bekerja sama dengan industri sinema Anda di Makassar, tetapi kami pikir penting juga untuk bekerja di bidang sastra dan buku,” kata Penone.
Sementara itu, Philippe Claudel menilai sastra memiliki kekuatan untuk mendekatkan manusia di tengah dunia yang semakin keras dan penuh jarak sosial. Menurutnya, festival sastra seperti MIWF menjadi ruang penting untuk membangun pemahaman antarmanusia melalui karya dan dialog budaya.
“Di dunia yang aneh dan keras ini, kita perlu mengenal satu sama lain dengan lebih baik,” ujar Claudel.
Penulis novel Les Ames Grises itu juga mengaku terkesan dengan antusiasme anak muda Makassar yang memadati forum-forum diskusi MIWF 2026. Ia menilai suasana festival berlangsung hidup dan penuh semangat.
“Ada suasana yang penuh semangat, dan saya merasa sangat penting bagi anak muda dari Makassar untuk datang ke festival ini,” katanya.
Dalam festival tersebut, Claudel turut mengikuti diskusi mengenai surealisme dan realisme magis dalam sastra Prancis dan Indonesia. Diskusi itu memperlihatkan bagaimana karya sastra dari dua budaya berbeda dapat saling terhubung melalui pengalaman manusia yang universal.
Philippe Claudel dikenal sebagai salah satu penulis dan sutradara terkemuka asal Prancis. Namanya mendunia lewat novel Les Ames Grises atau Grey Souls yang terbit pada 2003 dan telah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Selain menulis novel seperti Brodeck’s Report dan Monsieur Linh and His Child, ia juga sukses di dunia perfilman melalui film debut I’ve Loved You So Long yang mendapat perhatian internasional dan dibintangi Kristin Scott Thomas.
Melalui MIWF 2026, diplomasi budaya Prancis di Makassar tidak lagi sekadar pertemuan formal antarnegara. Sastra, film, dan kreativitas anak muda menjadi jembatan baru yang mempertemukan dua budaya dalam ruang yang lebih akrab, terbuka, dan setara.












