Mufasyahnews.com, Palopo – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Palopo (UMPalopo) hari ini menggelar upacara Yudisium Sarjana Strata Satu. Acara yang penuh khidmat ini menandai resminya puluhan mahasiswa menyandang gelar sarjana di bidang Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi.
Dalam sambutan sekaligus amanahnya, Dekan FEB UMPalopo, Dr. Antong, SE, M.Si, menyampaikan rasa bangga dan kebahagiaannya atas pencapaian para yudisiawan. Namun, di balik momen membanggakan itu, Ia menitipkan pesan fundamental yang menjadi bekal penting bagi para alumni.
Mengawali amanahnya, Dr. Antong mengutip sebuah perenungan mendalam: “Kita memang menabur benih kebaikan, namun yang menentukan tunas moral seseorang adalah lahan dan kesempatan yang ia temui.”
Ia menjelaskan, selama di bangku kuliah, FEB UMPalopo tidak hanya membekali mahasiswa dengan teori mutakhir di bidang ekonomi, manajemen, dan akuntansi. “Kami juga berupaya menaburkan benih-benih kebaikan, nilai-nilai luhur Islam, etika profesi, serta integritas moral yang menjadi ciri khas civitas akademika Universitas Muhammadiyah Palopo,” tegasnya.

Para lulusan telah diajarkan tentang pentingnya kejujuran dalam berbisnis, keadilan dalam pengambilan keputusan manajerial, transparansi dalam pelaporan keuangan, serta tanggung jawab sosial perusahaan. Sebagai dekan ia berharap, benih-benih ini akan tumbuh menjadi akar yang kuat dalam sanubari setiap alumni, membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas intelektual tetapi juga luhur budi pekerti.
Lebih lanjut, Dr. Antong mengingatkan bahwa para sarjana akan memasuki “lahan” yang berbeda, yaitu dunia kerja, profesional, dan masyarakat yang lebih luas. Di sana, mereka akan bertemu beragam kesempatan, baik untuk berkembang maupun yang datang dalam bentuk godaan dan pilihan dilematis.
Tantangan di era modern ini tidaklah mudah. Fenomena seperti korupsi, praktik bisnis yang tidak etis, penyalahgunaan wewenang, atau tindakan amoral lainnya masih menjadi momok yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” paparnya. “Inilah ‘lahan’ yang mungkin tidak selalu subur, dan ‘kesempatan’ yang bisa menyesatkan.”
Menutup amanahnya, Dr. Antong menekankan pentingnya menjaga tunas moral. Ia menegaskan bahwa gelar sarjana adalah amanah, ilmu adalah kekuatan, dan integritas adalah perisai.
Para lulusan diimbau untuk senantiasa memegang teguh prinsip akhlak, menjadikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai landasan etik tak tergoyahkan. Ia mengingatkan bahwa setiap tindakan akan dimintai pertanggungjawaban.
“Lingkungan memang berpengaruh, tapi Anda adalah nahkoda atas moralitas Anda sendiri. Tunas moral akan tumbuh kokoh jika Anda senantiasa menyiraminya dengan nilai-nilai keimanan, kejujuran, dan keberanian,” pesan Dr. Antong.
Acara yudisium ini, menurut dekan FEB, adalah titik awal bagi para alumni untuk mengaplikasikan ilmu dan etika dalam kehidupan nyata. Ia berharap, seluruh lulusan tidak hanya menjadi sarjana kompeten, tetapi juga pribadi berintegritas, pemimpin amanah, dan insan yang senantiasa menebarkan kebaikan di mana pun mereka berada.
Jaga nama baik almamater, jaga nama baik orang tua, dan yang terpenting, jaga nama baik diri Anda sendiri dengan senantiasa berpegang teguh pada akhlak mulia,” pungkasnya, diiringi doa semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan berkah-Nya.












