Mufasyahnews.com, Jakarta – Iran membuka akses pelayaran di Selat Hormuz bagi sejumlah negara yang dianggap sebagai mitra dekat. Kebijakan ini memungkinkan kapal tanker dari negara-negara tersebut kembali melintasi jalur strategis perdagangan minyak dunia itu di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun media sosial X milik Konsulat Jenderal Iran di Mumbai, yang mengutip Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Dalam keterangannya, Iran memberikan izin pelayaran kepada beberapa negara sahabat, yakni China, Rusia, India, Irak, serta Pakistan.
Langkah ini diambil di tengah pentingnya peran Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi energi global. Dengan dibukanya akses terbatas ini, kapal-kapal dari negara yang mendapat izin dapat kembali menjalankan aktivitas pengangkutan minyak.
Selain itu, Malaysia juga memastikan kapal tankernya diizinkan melintasi Selat Hormuz. Keputusan tersebut merupakan hasil komunikasi dengan sejumlah pemimpin kawasan, termasuk dari Iran, Mesir, dan Turki.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyampaikan bahwa pihaknya tengah berupaya membebaskan kapal tanker dan awak yang sempat tertahan agar dapat kembali melanjutkan perjalanan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, atas izin yang diberikan kepada kapal Malaysia.
“Kami sedang dalam proses membebaskan kapal tanker minyak Malaysia beserta para pekerjanya agar dapat melanjutkan perjalanan pulang,” ujar Anwar dalam pernyataan yang disiarkan televisi.
Di sisi lain, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) turut angkat suara terkait situasi tersebut. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mendesak agar Selat Hormuz dibuka sepenuhnya demi menjaga stabilitas pasokan global.
Menurut Guterres, penutupan berkepanjangan jalur tersebut telah mengganggu distribusi minyak, gas, dan pupuk, terutama pada periode krusial musim tanam dunia. Ia juga menyoroti dampak kemanusiaan yang dirasakan masyarakat sipil di kawasan konflik.
Guterres turut menyerukan kepada Amerika Serikat dan Israel untuk segera mengakhiri konflik yang berlangsung di kawasan Asia Barat. Ia menilai perang hanya memperburuk penderitaan manusia dan meningkatkan dampak ekonomi global.
Selain itu, ia juga meminta Iran untuk menghentikan serangan terhadap negara-negara tetangga yang tidak terlibat langsung dalam konflik, sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan di kawasan.












