Mufasyahnews.com, Jakarta – Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho mengungkapkan puncak arus balik Lebaran 2026 terjadi pada 24 Maret dengan jumlah kendaraan mencapai 256.388 unit yang bergerak menuju Jakarta dan sekitarnya. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah arus balik di Indonesia.
“Puncak arus balik tercatat 256.388 kendaraan. Ini merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah. Tahun lalu sebanyak 223.163 kendaraan, sehingga ada peningkatan sekitar 14,8 persen,” ujar Agus saat meninjau pos pengamanan di Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (25/3/2026).
Dalam menghadapi lonjakan tersebut, Korlantas Polri menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas guna mengurai kepadatan. Langkah yang diambil meliputi sistem satu arah (one way) baik skala nasional maupun lokal, serta pengoperasian jalan tol fungsional.
Menurut Agus, pengelolaan arus kendaraan di sejumlah titik krusial, termasuk wilayah Cikampek, berjalan dengan baik. Pemanfaatan Tol Japek II Selatan juga dinilai efektif dalam mengurangi kepadatan, khususnya untuk kendaraan dari arah Jawa Barat yang melintas di kawasan tersebut.
“Penggunaan tol fungsional Japek II membantu mengurai pertemuan arus di Cikampek, sehingga lalu lintas dapat dikendalikan,” jelasnya.
Sementara itu, kepadatan masih terpantau di sejumlah jalur arteri, terutama di kawasan aglomerasi. Meski demikian, kondisi lalu lintas dinilai mulai berangsur normal seiring berakhirnya arus mudik.
“Jalur arteri di wilayah aglomerasi masih cukup padat, namun dapat dikelola dengan baik. Saat ini hanya tersisa pergerakan lokal di masing-masing wilayah,” tambah Agus.












