Dua Tanker Indonesia Akhirnya Dapat Lampu Hijau Tinggalkan Selat Hormuz

- Admin

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Jakarta – Dua kapal tanker milik Indonesia yang sempat tertahan di Selat Hormuz kini mendapat izin dari Iran untuk melintas keluar. Kepastian ini diperoleh setelah upaya diplomasi intensif yang dilakukan pemerintah Indonesia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A Mulachela, menjelaskan bahwa sejak awal pihaknya bersama Kedutaan Besar RI di Teheran aktif menjalin komunikasi dengan otoritas Iran. Hasilnya, pemerintah Iran memberikan respons positif terhadap permintaan tersebut.

“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” ujar Nabyl di Jakarta, Jumat (27/3).

Meski izin telah diberikan, waktu pasti keberangkatan kedua kapal tanker tersebut masih belum ditentukan. Saat ini, pihak terkait tengah menindaklanjuti langkah-langkah operasional agar kapal dapat segera melintas keluar dari wilayah tersebut.

Sebelumnya, pada 4 Maret, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah sedang melakukan negosiasi terkait dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping yang tertahan di Selat Hormuz. Ia menegaskan, situasi tersebut tidak mengganggu ketahanan energi nasional karena pemerintah telah menyiapkan alternatif pasokan dari negara lain.

Upaya diplomasi juga diperkuat oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI, Santo Darmosumarto, yang memastikan komunikasi dengan pihak Iran terus dilakukan guna menjamin keselamatan kapal dan awaknya.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa negaranya memberikan izin melintas bagi kapal dari negara-negara yang dianggap sebagai “negara sahabat”. Namun, kapal dari Amerika Serikat, Israel, serta negara yang dinilai sebagai agresor tetap tidak diizinkan melintas.

Sejumlah negara yang mendapat izin tersebut antara lain China, Rusia, India, Pakistan, Irak, dan Malaysia.

Berdasarkan data MarineTraffic pada 20–22 Maret, sekitar 1.900 kapal dilaporkan tertahan di sekitar Selat Hormuz, sebagaimana dilaporkan Anadolu Agency. Kondisi ini mencerminkan tingginya ketegangan dan kepadatan lalu lintas di salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia tersebut.

Berita Terkait

DPRD Kota Makassar Sambut Hangat Kunjungan Kerja DPRD Sulawesi Barat, Perkuat Sinergi Kelembagaan
DPRD Makassar Siap Kawal Aspirasi Warga Buakana Hasil Musrenbang 2026
Ketua DPRD Makassar Supratman Hadiri Pelantikan 6.032 Ketua RT/RW, Perkuat Sinergi Pemerintahan dan Warga
5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Sidang Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Masih Menunggu Putusan Praperadilan
Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja
Diskusi di UGM Ricuh, Nusron Wahid: Ruang Dialog Demokratis Tak Boleh Ditutup
BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 17:34 WITA

DPRD Kota Makassar Sambut Hangat Kunjungan Kerja DPRD Sulawesi Barat, Perkuat Sinergi Kelembagaan

Rabu, 30 September 2026 - 17:15 WITA

DPRD Makassar Siap Kawal Aspirasi Warga Buakana Hasil Musrenbang 2026

Rabu, 30 September 2026 - 10:20 WITA

Ketua DPRD Makassar Supratman Hadiri Pelantikan 6.032 Ketua RT/RW, Perkuat Sinergi Pemerintahan dan Warga

Senin, 29 Juni 2026 - 16:55 WITA

5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:47 WITA

Sidang Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Masih Menunggu Putusan Praperadilan

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:45 WITA

Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:41 WITA

Diskusi di UGM Ricuh, Nusron Wahid: Ruang Dialog Demokratis Tak Boleh Ditutup

Senin, 15 Juni 2026 - 12:47 WITA

BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini

Berita Terbaru