Mufasyahnews.com, Jakarta – Militer Korea Utara meluncurkan lebih dari 10 rudal balistik ke arah laut pada Sabtu (14/3). Peluncuran tersebut terjadi saat Amerika Serikat dan Korea Selatan tengah menggelar latihan militer gabungan di kawasan Semenanjung Korea.
Informasi peluncuran rudal ini dikonfirmasi oleh militer Korea Selatan. Menurut Kepala Staf Gabungan Korsel, rudal ditembakkan sekitar pukul 13.20 waktu setempat dari wilayah dekat Pyongyang dan mengarah ke laut di sisi timur Korea Utara.
Sementara itu, penjaga pantai Jepang juga mendeteksi objek yang diduga sebagai rudal balistik yang jatuh ke laut. Media publik NHK melaporkan bahwa rudal tersebut diperkirakan jatuh di luar zona ekonomi eksklusif Jepang.
Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, membenarkan adanya peluncuran tersebut saat menghadiri acara di Akademi Pertahanan Nasional Jepang di Yokosuka.
“Proyektil yang tampaknya merupakan rudal balistik telah diluncurkan dari Korea Utara. Kami masih menyelidiki rinciannya, namun sejauh ini belum ada laporan kerusakan,” kata Koizumi, seperti dikutip dari Associated Press.
Peluncuran rudal ini terjadi hanya empat hari setelah Kim Yo-jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, mengecam latihan militer gabungan antara Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Dalam pernyataannya pada Selasa (10/3), Kim Yo-jong memperingatkan bahwa setiap ancaman terhadap keamanan Korea Utara akan menimbulkan “konsekuensi yang mengerikan”.
Selama ini, Korea Utara secara rutin mengkritik latihan militer bersama AS dan Korea Selatan. Pyongyang menilai latihan tersebut sebagai simulasi perang atau persiapan agresi militer terhadap negaranya.
Di sisi lain, Amerika Serikat dan Korea Selatan menegaskan bahwa latihan militer gabungan itu bersifat defensif dan bertujuan meningkatkan kesiapan menghadapi potensi ancaman dari Korea Utara.












