Tabrakan KRL dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, 16 Orang Tewas

- Admin

Selasa, 28 April 2026 - 17:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Jakarta – Kecelakaan kereta api melibatkan Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden ini mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Berdasarkan data terbaru yang disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, hingga Selasa (29/4/2026) pukul 11.00 WIB, total korban mencapai 106 orang. Rinciannya, 90 orang mengalami luka-luka, dengan 44 orang telah diperbolehkan pulang dan 46 lainnya masih dalam observasi medis.

Peristiwa ini bermula dari gangguan di perlintasan sebidang JPL 85, Jalan Ampera, Bekasi Timur. Sebuah taksi online dilaporkan mengalami kerusakan saat melintas di rel, sehingga terhenti dan menghambat perjalanan KRL relasi Bekasi–Cikarang.

Akibat hambatan tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena keluar dari jadwal operasional. Dampaknya, satu rangkaian KRL lain dengan kode PLB 5568 yang menuju Cikarang dihentikan di peron Stasiun Bekasi Timur.

Tak lama berselang, kereta api Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta–Surabaya melintas dan tidak sempat berhenti sepenuhnya. Kereta tersebut kemudian menabrak rangkaian KRL PLB 5568 yang sedang berhenti di peron.

Menurut Budi, terdapat dua rangkaian peristiwa dalam insiden ini, yakni gangguan awal akibat taksi online di perlintasan rel dan tabrakan lanjutan antara kereta Argo Bromo Anggrek dengan KRL. Ia menyebut gangguan pertama diduga menjadi pemicu terjadinya kecelakaan berikutnya yang berujung pada korban jiwa dan kerugian materi.

Pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan terhadap kedua kejadian tersebut. Hingga kini, sebanyak 22 saksi telah diperiksa untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

Proses penyelidikan dan penanganan korban masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.

Berita Terkait

5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Sidang Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Masih Menunggu Putusan Praperadilan
Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja
Diskusi di UGM Ricuh, Nusron Wahid: Ruang Dialog Demokratis Tak Boleh Ditutup
BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini
Qodari: MBG Tidak Akan Dihentikan Meski Didesak Mahasiswa
Kejagung Tetapkan Asep Yusuf Somantri Tersangka Baru Korupsi Program MBG
BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Rp6 Juta per Hari

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 16:55 WITA

5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:47 WITA

Sidang Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Masih Menunggu Putusan Praperadilan

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:45 WITA

Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:41 WITA

Diskusi di UGM Ricuh, Nusron Wahid: Ruang Dialog Demokratis Tak Boleh Ditutup

Senin, 15 Juni 2026 - 12:47 WITA

BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:57 WITA

Qodari: MBG Tidak Akan Dihentikan Meski Didesak Mahasiswa

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:41 WITA

Kejagung Tetapkan Asep Yusuf Somantri Tersangka Baru Korupsi Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:38 WITA

BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Rp6 Juta per Hari

Berita Terbaru