Tak Kunjung Dapatkan Ganti Rugi Lahan, Warga Manggala Ancam Tutup Akses ke TPA Antang

- Admin

Jumat, 14 Juli 2023 - 15:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MufasyahNews.com, Makassar – Warga di Kecamatan Manggala Makassar, melakukan protes terhadap Pemerintah Kota. Sebab hak ganti rugi atas lahan yang digunakan Pemkot di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, tak kunjung diberikan.

Legislator Kota Makassar Dapil Manggala, Nasir Rurung, mengatakan pihak Dinas Lingkungan Hidup selama ini hanya janji-janji saja ke warga tapi tidak terealisasi

“Dinas terkait dalam hal ini lingkungan hidup itu hanya menjanjikan² di bayar sampai hari belum juga terealisasi, harusnya dinas terkait secepat mungkin melakukan pembayaran lahan warga yang tertimbun jangan sampai apa yang di komitmen kan kemarin itu akan di putus sebulan kemudian,”katanya

Ia menceritakan jika dua tahun lalu sudah ada anggaran 12,5 milyar untuk pembebasan lahan tertimbun namun pihak DLH mengatakan bahwa nantinya akan ada konsorsium proyek PSEL yang akan menyelesaikan pembayaran tersebut

“sudah sekian kali pertemuan saya juga salah satu yang di panggil di balai kota, rapat pembahasan pembayaran lahan tertimbun tidak juga terealisasi, saya pun tidak tau apa masalahnya, setelah saya tanya kenapa tidak bayar, dia mengatakan ada pihak konsorsium PSEL yang akan menyelesaikan tanah tersebut,”ceritanya

Salah seorang warga manggala, Mursalim, mengatakan jika warga Manggala menerima dengan baik rencana proyek PSEL tersebut dengan harapan hak mereka dipenuhi tentang uang pembebasan lahan tersebut

“kami tidak masalah dengan adanya PSEL tersebut, kami hanya berharap uang ganti rugi untuk lahan kami di gantikan,”katanya

Ia mengatakan jika dampak dari timbunan sampah pada lahan mereka membuat air tanah tidak lagi layak untuk di konsumsi

“itu ahlinya yang bilang bahwa hasil riset kami air tanah tidak bisa di konsumsi, tidak berpikirkah pemerintah itu kesehatan penapasan, dampak dari TPA itu kepada kita, baru tidak ada upaya pemerintah, kami bukan anti pemerintah, tapi itu kenyataan yang kami rasakan di mangala ini,”katanya

Penulis : Supardi

Editor : SGR

Berita Terkait

Bursa Ketua Golkar Sulsel Mengerucut, Dua Nama Kantongi Restu DPP
Konsolidasi Internal Belum Rampung, Musda Golkar Sulsel Kembali Tertunda
Jelang May Day, Polrestabes Makassar Libatkan 1.200 Personel Gabungan
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Lepas 331 Calon Jemaah Haji Makassar 1447 H
Pemkot Makassar Adopsi Konsep Blok M untuk Hidupkan Kembali Pasar Sentral
Pemkot Makassar Gelar Uji Kompetensi Calon Pimpinan Baznas 2026–2031
Aksi 30 Tahun Tragedi Amarah di UMI Makassar Berujung Bentrok
Kabur Usai Mangkir dari Panggilan, Tersangka Korupsi Dana Hibah Kaltara Akhirnya Dibekuk di Makassar

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:51 WITA

Bursa Ketua Golkar Sulsel Mengerucut, Dua Nama Kantongi Restu DPP

Kamis, 30 April 2026 - 16:46 WITA

Konsolidasi Internal Belum Rampung, Musda Golkar Sulsel Kembali Tertunda

Kamis, 30 April 2026 - 08:16 WITA

Jelang May Day, Polrestabes Makassar Libatkan 1.200 Personel Gabungan

Rabu, 29 April 2026 - 16:51 WITA

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Lepas 331 Calon Jemaah Haji Makassar 1447 H

Minggu, 26 April 2026 - 22:37 WITA

Pemkot Makassar Adopsi Konsep Blok M untuk Hidupkan Kembali Pasar Sentral

Minggu, 26 April 2026 - 22:18 WITA

Pemkot Makassar Gelar Uji Kompetensi Calon Pimpinan Baznas 2026–2031

Jumat, 24 April 2026 - 20:56 WITA

Aksi 30 Tahun Tragedi Amarah di UMI Makassar Berujung Bentrok

Jumat, 24 April 2026 - 14:30 WITA

Kabur Usai Mangkir dari Panggilan, Tersangka Korupsi Dana Hibah Kaltara Akhirnya Dibekuk di Makassar

Berita Terbaru

Nasional

Kebakaran Apartemen Mediterania Jakbar, Satu Tower Terdampak

Kamis, 30 Apr 2026 - 17:00 WITA