Polda Metro Jaya Rilis CCTV Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

- Admin

Sabtu, 21 Maret 2026 - 12:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Jakarta – Polisi mengungkap identitas visual terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV). Dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/3/2026), penyidik menegaskan bahwa wajah yang ditampilkan merupakan hasil asli tanpa rekayasa, bukan gambar hasil kecerdasan buatan (AI).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imannudin, menjelaskan bahwa visual tersebut diambil langsung dari rekaman CCTV di sepanjang jalur yang dilalui pelaku. Polisi memastikan keaslian gambar tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan tidak mengalami pengolahan digital.

Sebelumnya, pada Minggu (15/3/2026), sempat beredar di media sosial foto dua orang yang diduga pelaku. Namun, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan gambar tersebut merupakan hasil manipulasi AI yang berpotensi menyesatkan proses penyelidikan.

Berdasarkan hasil penelusuran CCTV, polisi mengungkap kronologi kejadian. Korban diketahui berada di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta Pusat, untuk mengikuti kegiatan podcast sekitar pukul 19.45 WIB. Sejak saat itu, pergerakan korban telah dipantau oleh sejumlah orang yang diduga bagian dari kelompok pelaku.

Setelah korban keluar dari kantor YLBHI, salah satu pelaku diduga memberikan kode kepada rekannya. Pelaku lain kemudian mengikuti korban hingga ke sebuah SPBU, tempat korban sempat mengisi bahan bakar. Dari rekaman, terlihat pelaku berpencar untuk memantau pergerakan korban hingga menuju lokasi kejadian.

Aksi penyiraman terjadi ketika pelaku berpapasan dengan korban di jalan. Dalam rekaman CCTV, terlihat korban berhenti di pinggir jalan sambil berteriak kesakitan setelah disiram cairan berbahaya tersebut. Usai melakukan aksi, dua pelaku yang menggunakan sepeda motor melarikan diri ke arah berbeda. Salah satu kendaraan bahkan sempat melawan arus di Jalan Diponegoro dan berhenti diduga karena terkena cipratan cairan.

Polisi mengidentifikasi dua terduga eksekutor berinisial BHC dan MAK. Namun, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, jumlah pelaku diduga lebih dari empat orang yang terlibat dalam aksi tersebut.

Hingga kini, penyidik telah memeriksa sedikitnya 15 saksi untuk mengungkap kasus ini. Polisi juga terus mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain serta mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap motif dan jaringan pelaku secara menyeluruh.

Berita Terkait

Hakim Minta Andrie Yunus Dihadirkan di Sidang Kasus Penyiraman Air Keras
Sidang Perdana Ungkap Kronologi Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus
Kabur Usai Mangkir dari Panggilan, Tersangka Korupsi Dana Hibah Kaltara Akhirnya Dibekuk di Makassar
Berawal dari Instagram, Remaja 17 Tahun Jadi Korban Pelecehan di Makassar
Bareskrim Polri Ungkap Jaringan Narkoba di Makassar, Kurir Digaji Rp20 Juta per Kg
Peredaran Narkotika “Sinte” Kian Marak di Makassar, 1 Kg Barang Bukti Disita
Geng Motor Kembali Berulah di Makassar, Korban Alami Luka Parah Akibat Parang
Berawal dari Chat Grup Tak Senonoh, 16 Mahasiswa FH UI Terseret Kasus Pelecehan Seksual

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 08:03 WITA

Sidang Perdana Ungkap Kronologi Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

Jumat, 24 April 2026 - 14:30 WITA

Kabur Usai Mangkir dari Panggilan, Tersangka Korupsi Dana Hibah Kaltara Akhirnya Dibekuk di Makassar

Kamis, 23 April 2026 - 14:09 WITA

Berawal dari Instagram, Remaja 17 Tahun Jadi Korban Pelecehan di Makassar

Rabu, 22 April 2026 - 20:22 WITA

Bareskrim Polri Ungkap Jaringan Narkoba di Makassar, Kurir Digaji Rp20 Juta per Kg

Selasa, 21 April 2026 - 20:29 WITA

Peredaran Narkotika “Sinte” Kian Marak di Makassar, 1 Kg Barang Bukti Disita

Senin, 20 April 2026 - 13:21 WITA

Geng Motor Kembali Berulah di Makassar, Korban Alami Luka Parah Akibat Parang

Selasa, 14 April 2026 - 18:24 WITA

Berawal dari Chat Grup Tak Senonoh, 16 Mahasiswa FH UI Terseret Kasus Pelecehan Seksual

Kamis, 9 April 2026 - 18:18 WITA

Penyidikan Cepat Kasus Andrie Yunus Tuai Sorotan, Empat Tersangka Ditetapkan

Berita Terbaru

Nasional

Kebakaran Apartemen Mediterania Jakbar, Satu Tower Terdampak

Kamis, 30 Apr 2026 - 17:00 WITA