Mufasyahnews.com, Makassar – Kenaikan harga berbagai jenis plastik di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dikeluhkan para pedagang karena berdampak langsung pada menurunnya keuntungan dan sempat melemahkan daya beli masyarakat.
Lonjakan harga ini mulai terjadi sejak pertengahan Ramadan dan terus berlanjut hingga kini. Salah satu pedagang, Ernie, pemilik Toko Mega Plastik di Jalan Pongtiku, mengungkapkan bahwa plastik kemasan makanan menjadi komoditas yang paling signifikan mengalami kenaikan.
Sebelumnya, harga plastik kemasan berada di kisaran Rp10.000, namun kini naik menjadi Rp14.000. Untuk jenis tertentu seperti plastik “Monas”, kenaikan bahkan lebih tinggi, dari Rp10.000 menjadi hampir Rp17.000.
“Sejak pertengahan bulan puasa harga sudah mulai naik dan hampir setiap hari ada informasi kenaikan,” ujar Ernie saat ditemui, Rabu (8/4/2026).
Kenaikan juga terjadi pada produk lain seperti gelas plastik. Ernie menyebut perubahan harga bisa terjadi sangat cepat, bahkan dalam hitungan jam.
“Kalau gelas plastik, malam naik, besok pagi bisa naik lagi. Kami juga tidak tahu pasti penyebabnya, tapi dari distributor disebutkan karena efek perang,” jelasnya.
Kondisi ini memaksa pedagang menyesuaikan harga jual. Namun, penyesuaian tersebut belum mampu menutupi kenaikan biaya secara penuh, sehingga margin keuntungan menurun drastis. Jika sebelumnya pedagang bisa meraih keuntungan Rp3.000 hingga Rp4.000, kini hanya sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000.
Selain itu, kenaikan harga juga sempat berdampak pada penurunan daya beli masyarakat. Penjualan diakui sempat sepi pada awal kenaikan, meski kini mulai berangsur pulih.
“Awalnya memang sepi, tapi sekarang mulai kembali karena pembeli sudah memahami kalau harga barang memang naik,” tambahnya.
Tidak hanya plastik kemasan, harga styrofoam juga mengalami lonjakan tajam. Untuk ukuran kecil, harga naik dari Rp28.000–Rp29.000 menjadi Rp40.000, sementara ukuran besar meningkat dari Rp38.000–Rp39.000 menjadi Rp50.000.
Ernie menuturkan, kondisi ini turut memengaruhi omzet pedagang. Bahkan, distributor telah memberi sinyal bahwa tren kenaikan harga masih akan berlanjut.
“Biasanya sales bilang jangan tunggu harga turun, karena barang ini cenderung akan terus naik,” ungkapnya.
Para pedagang berharap harga segera stabil agar aktivitas usaha kembali normal dan daya beli masyarakat tidak terus tertekan.
“Mudah-mudahan harga bisa kembali normal,” tutup Ernie.












