Tahanan Polres Polman Tewas mengenaskan dengan Tubuh Lebam, 10 Polisi dan Dokter Diperiksa!

- Admin

Sabtu, 14 September 2024 - 21:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang tahanan di Polres Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, berinisial R, dilaporkan meninggal dunia usai sempat dibawa ke rumah sakit oleh pihak kepolisian untuk mendapatkan perawatan. Namun, nyawa R tak dapat diselamatkan.

Seorang tahanan di Polres Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, berinisial R, dilaporkan meninggal dunia usai sempat dibawa ke rumah sakit oleh pihak kepolisian untuk mendapatkan perawatan. Namun, nyawa R tak dapat diselamatkan.

Mufasyahnews.com, Makassar – Seorang tahanan di Polres Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, berinisial R, dilaporkan meninggal dunia usai sempat dibawa ke rumah sakit oleh pihak kepolisian untuk mendapatkan perawatan. Namun, nyawa R tak dapat diselamatkan.

Dikutip dari unggahan akun sosial media Polman_update pada Sabtu 14 September 2024, bahwa, R, yang ditahan atas dugaan kasus pencurian biji kakao, tewas dengan kondisi mengenaskan, terdapat luka lebam di sekujur tubuhnya.

Korban R, diketahui sebagai warga Dusun Tatamu, Desa Ihing, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (11/9/2024).

Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kematian tahanan tersebut. Sebanyak 10 anggota Polres Polman telah diperiksa oleh penyidik Propam Polda Sulawesi Barat (Sulbar), termasuk dokter yang sempat menangani korban.

Adriani, keluarga korban, mengatakan bahwa saat ditangkap, korban tidak mengalami luka seperti yang ditemukan saat ia telah meninggal.

“Kemarin waktu ditangkap di Tapango, tidak sakit dan tidak ada luka-luka. Tapi saat meninggal, jenazah penuh lebam. Polisi bilang dia sakit, tapi saya yakin anak ini tidak sakit. Yang menangkap adalah Polsek Tapango,” kata Adriani.

keluarga korban juga menegaskan agar kepolisian bisa mengusut kasus ini secara tuntas dan transparan. “Kami berharap polisi bertindak tegas. Jenazah sudah divisum, tapi jika hasilnya tidak sesuai, kami akan minta visum ulang, karena saat visum keluarga tidak dihadirkan,” tambahnya.

Wakapolres Polman, Kompol Kemas Adil Fitri menjelaskan bahwa,”Langkah awal yang kami lakukan yakni mengumpulkan personel yang akan diperiksa, dimana pemeriksaan sudah dilakukan sejak hari Kamis, lebih dari 20 orang sudah diperiksa, saat ini masih berjalan, bahkan dokter yang menangani itu juga diperiksa,” kata Aidil saat ditemui Jumat (13/9/2024) oleh awak media.

Ia menegaskan, apabila terbukti ada anggota kepolisian yang terlibat dalam penganiayaan yang menyebabkan kematian R, tindakan tegas akan diambil.

“Langkah pertama adalah memeriksa personel yang terkait. Pemeriksaan sudah dimulai sejak Kamis, lebih dari 20 orang telah diperiksa, termasuk dokter yang merawat korban,” ungkap Kompol Adil pada Jumat (13/9/2024).dalam ini telah Kompol Kemas Adil Fitri, menjelaskan bahwa Propam Polda Sulbar sudah menangani kasus ini dan proses penyelidikan masih berlangsung.

Berita Terkait

Ketua DPRD Makassar Supratman Ikuti Retret Nasional, Asah Visi Kepemimpinan Magelang
Pasca Dibakar Massa Gedung Utama DPRD Sulsel Akan Segera Dirobohkan
Juru Parkir Liar Resahkan Warga di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar
Disdukcapil Makassar Ungkap Dugaan Manipulasi Data WNA Asal China
Berawal dari Chat Grup Tak Senonoh, 16 Mahasiswa FH UI Terseret Kasus Pelecehan Seksual
Perumda Terminal Makassar Metro Genjot Pembenahan Fasilitas, Fokus pada Kenyamanan Penumpang
Munafri Tegaskan Larangan Reklame di Pohon, Tegaskan Penataan Kota Lebih Tertib
Ribut Saat Main Game Berujung Penikaman, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 23:09 WITA

Ketua DPRD Makassar Supratman Ikuti Retret Nasional, Asah Visi Kepemimpinan Magelang

Selasa, 14 April 2026 - 18:52 WITA

Pasca Dibakar Massa Gedung Utama DPRD Sulsel Akan Segera Dirobohkan

Selasa, 14 April 2026 - 18:29 WITA

Disdukcapil Makassar Ungkap Dugaan Manipulasi Data WNA Asal China

Selasa, 14 April 2026 - 18:24 WITA

Berawal dari Chat Grup Tak Senonoh, 16 Mahasiswa FH UI Terseret Kasus Pelecehan Seksual

Senin, 13 April 2026 - 18:29 WITA

Perumda Terminal Makassar Metro Genjot Pembenahan Fasilitas, Fokus pada Kenyamanan Penumpang

Kamis, 9 April 2026 - 20:22 WITA

Munafri Tegaskan Larangan Reklame di Pohon, Tegaskan Penataan Kota Lebih Tertib

Kamis, 9 April 2026 - 20:08 WITA

Ribut Saat Main Game Berujung Penikaman, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

Kamis, 9 April 2026 - 19:39 WITA

Pemkot Makassar Tertibkan 167 Lapak PKL di Biringkanaya, Pedagang Direlokasi ke Area Baru

Berita Terbaru