Kronologi Andi Anwar Arifin Tikam Nelayan Hingga di Amuk Massa

- Admin

Kamis, 10 Oktober 2024 - 12:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Perhubungan Bantaeng, Sulawesi Selatan, Andi Anwar Arifin dikeroyok warga

Mantan kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Perhubungan Bantaeng, Sulawesi Selatan, Andi Anwar Arifin dikeroyok warga

Mufasyahnews.com – Mantan kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Perhubungan Bantaeng, Sulawesi Selatan, Andi Anwar Arifin dikeroyok warga setelah menyerang seorang nelayan menggunakan cutter di Pantai Marina, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng, Selasa (8/10/2024) sekitar pukul 13.00 siang.

Dalam video beredar di media sosial, Anwar yang berseragam Dishub Sulsel dikejar massa hingga dilempari batu dan dipukul menggunakan batu.

Beruntung ia mengenakan helm hingga kepala terlindungi dari pukulan batu.

Kejadian tersebut berawal saat Anwar menahan beberapa orang yang tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta mengambil STNK milik warga tanpa alasan yang jelas.

Kasat Reskrim Polres Bantaeng, AKP Akhmad Marzuki saat ditemui pada Selasa (8/10/2024),

“Menurut informasi yang sementara sifatnya, ini yang (mantan) kepala UPT ini melakukan pemeriksaan di tempat masuk wisata, karena dia kan punya kartu kuning,”

Tidak sampai disitu Anwar kemudian menghukum seorang pengendara yang dianggap melanggar lalu lintas.

“Kartu kuning itu agak sedikit bagaimana yah, dia periksa orang yang naik motor helm (atau tidak) terus SIM, kelengkapan administrasi, kalau tidak punya itu dia hukum. Dia hukumnya suruh push up dan lain sebagainya,” ucap Marzuki.

Warga yang melihat kejadian tersebut sempat menegur Anwar hingga adu cekcok, karna tidak terima ia langsung mengeluarkan cutter dan menikam korbannya

Kasat Reskrim Polres Bantaeng AKBP Ahmad Marzuki juga mengatakan Andi Anwar Arifin  mengalami gangguan jiwa sejak 17 Mei 2010.

Karena kondisinya yang tidak stabil secara mental, ia dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kepala UPT Dishub Bantaeng.

Andi Anwar dan korbannya kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Prof Anwar Makkatutu, Bantaeng.

Berita Terkait

Kisah Tragis Pekerja Dapur MBG di Makassar, Tewas di Tangan Suami
Bocah Perempuan 11 Tahun Ditemukan Tewas di Rumah Kosong di Tallo Makassar
Polrestabes Makassar Bongkar Sindikat Narkoba Internasional, Sita Sabu Senilai Rp12 Miliar
Tersangka Pemerkosaan Puluhan Santriwati Mengaku Jalani Ritual Saat Diburu Polisi
PBNU Kecam Dugaan Pemerkosaan Puluhan Santriwati di Pati, Minta Pelaku Dihukum Berat
Vonis Eks Dirut Pertamina Luhur Budi Diperberat Jadi 6 Tahun Penjara di Tingkat Banding
Sidang Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Memanas, Hakim Kritik Keras Empat Prajurit TNI
Dua Jaksa Palsu di Makassar Jalani Sidang Perdana, Didakwa Halangi Kasus Penyidikan Korupsi

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 18:18 WITA

Kisah Tragis Pekerja Dapur MBG di Makassar, Tewas di Tangan Suami

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:42 WITA

Bocah Perempuan 11 Tahun Ditemukan Tewas di Rumah Kosong di Tallo Makassar

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:10 WITA

Polrestabes Makassar Bongkar Sindikat Narkoba Internasional, Sita Sabu Senilai Rp12 Miliar

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:01 WITA

Tersangka Pemerkosaan Puluhan Santriwati Mengaku Jalani Ritual Saat Diburu Polisi

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:30 WITA

PBNU Kecam Dugaan Pemerkosaan Puluhan Santriwati di Pati, Minta Pelaku Dihukum Berat

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:26 WITA

Vonis Eks Dirut Pertamina Luhur Budi Diperberat Jadi 6 Tahun Penjara di Tingkat Banding

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:17 WITA

Sidang Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Memanas, Hakim Kritik Keras Empat Prajurit TNI

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:36 WITA

Dua Jaksa Palsu di Makassar Jalani Sidang Perdana, Didakwa Halangi Kasus Penyidikan Korupsi

Berita Terbaru