Mufasyahnews.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia mengonfirmasi telah menerima undangan rapat perdana Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 19 Februari mendatang. Namun, hingga kini belum ada kepastian apakah Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri forum tersebut.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membenarkan adanya undangan tersebut. Meski demikian, ia menyatakan keputusan terkait kehadiran Presiden Prabowo masih dalam pembahasan.
“Ada undangannya. Belum tahu hadir atau tidak, nanti kami sampaikan kalau sudah ada kepastian,” ujar Prasetyo di Jakarta.
Prasetyo menambahkan, jika Presiden Prabowo hadir dalam pertemuan tersebut, pemerintah berharap momentum itu dapat dimanfaatkan sekaligus untuk penandatanganan kesepakatan tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat. Saat ini, Indonesia masih menunggu kepastian jadwal penandatanganan perjanjian tersebut.
“Kita menghendaki dan ingin bisa dua-duanya,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa kesepakatan tarif impor dagang Indonesia–Amerika Serikat pada prinsipnya telah rampung. Proses negosiasi disebut sudah selesai dan kini tinggal memasuki tahap penyempurnaan dokumen hukum.
“Negosiasi dengan Amerika seluruh pembicaraan sebetulnya sudah selesai. Tinggal fine tuning di legal drafting,” kata Airlangga usai Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Menurut Airlangga, penandatanganan kesepakatan tersebut akan dilakukan langsung oleh kedua kepala negara. Namun, hingga saat ini belum ada jadwal pasti yang disepakati.
“Berikutnya tinggal menunggu jadwal yang akan ditentukan, jadwal bersama antara Bapak Presiden dan Presiden Trump,” ujarnya.












