Mufasyahnews.com, Makassar – Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani, menyatakan sebanyak 1.322 warga sipil tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Iravani kepada sejumlah jurnalis di markas PBB di New York, Jumat (6/3/2026). Ia mengatakan selain korban jiwa, ribuan warga Iran lainnya juga mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Menurut Iravani, serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel disebut menyasar wilayah sipil. Sementara itu, ia menegaskan bahwa Iran saat melakukan serangan balasan hanya menargetkan fasilitas militer.
Ia juga menyatakan Iran tidak pernah bermaksud menyerang kepentingan negara-negara tetangga. Karena itu, pemerintah Iran akan melakukan investigasi internal terkait laporan adanya serangan yang mengenai lokasi nonmiliter.
“Penilaian awal kami menunjukkan beberapa insiden kemungkinan disebabkan gangguan sistem pertahanan Amerika Serikat yang mengalihkan sasaran dari target militer,” kata Iravani.
Dalam kesempatan itu, Iravani juga menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang disebut ingin ikut campur dalam proses pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, menggantikan Ali Khamenei yang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.
Ia menilai rencana tersebut sebagai bentuk pelanggaran prinsip nonintervensi terhadap urusan dalam negeri suatu negara. Iravani menegaskan pemilihan pemimpin Iran akan berlangsung sesuai konstitusi dan sepenuhnya menjadi keputusan rakyat Iran tanpa campur tangan pihak asing.












