JNE SPIRIT BERTUMBUH : Obsesi Melesat Tanpa Batas

- Admin

Jumat, 6 Juni 2025 - 18:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Makassar – Hiruk pikuk kehidupan ini tidak jarang menampar kita pada banyak pelajaran. Bahwa kegagalan demi kegagalan  yang pernah  tumbuh dan terhimpun dalam potret perjalanan akan  mengajarkan ; tidak ada satu orang pun yang bisa bangkit kecuali pernah terjatuh dan gagal berkali-kali. Jika Buya Hamka pernah bertutur bahwa  hanya orang-orang yang pernah memanjatlah yang pernah merasakan jatuh. Demikianlah  kehidupan ini, berulang kali kita  berjuang di samudera mimpi yang indah dan  terdampar di  sejumlah kegagalan-kegagalan, namun antusiasme untuk terus berjuang tetap benderang di relung jiwa. Mengapa? Yah!.. karena nyali  kita tidak begitu kerdil untuk menyerah dengan kondisi apapun yang terjadi. 6 Juni 2025.

Lima tahun yang lalu,  ketika dunia geger dengan luka  pengangguran yang  melonjak besar. Situasi pandemi Covid-19 yang menghimpit justru mencairkan nalar kita untuk mengasah potensi  dari hal-hal yang tak mungkin terjadi, pada akhirnya terealisasi. Fenomena work from home   yang muncul lalu menjadi inovasi dan trend masyarakat tak dapat lagi dihindari bahkan kini dianggap sesuatu yang menarik dan berbeda dari yang mainstream.  

Perjumpaan-perjumpaan  kita dengan berbagai voltase hidup yang naik-turun ini memungkinkan untuk terus  berkembang ke arah yang lebih baik. Merasakan   cuatnya tegangan sebagai  ‘nilai kehidupan’. Saat dihimpit berbagai kondisi hingga terus ditantang dengan segudang ketidaknyamanan hidup yang silih berganti. Diantara kita akan ada yang terus memilih untuk menabung kelelahan demi kelelahan demi  kesuksesan di depan mata.  Wajarkah itu terjadi?

Tidak sedikit orang-orang besar lahir dari elegi sejarah yang panjang dan fatal.   Bertarung dengan segala ketidaknyamanan  ambisi, visi dan obsesi. Thomas Alva Edison, tidak tiba-tiba menemukan lampu pijar itu, karena ada 9.998 kali  uji oba yang harus  ditaklukkan. Nabi Nuh bertarung selama 950 tahun mendakwahkan ajarannya tanpa pengikut mengurasa emosi dan tenaga ditengah riuhnya umat yang zalim.   Banyak orang-orang  yang  takjub pada kilaunya mutiara  indah,  namun lupa bahwa mutiara di  dasar laut  itu harus dibayar mahal  dengan waktu,  tenaga hingga nyawa yang beradu.

Jika ada sebuah pepatah yang menyebutkan bahwa kesuksesan-kesuksesan yang kita  mimpikan, mewajibkan adanya kelelahan sebagai  tumbalnya.  Maka, spirit JNE membuktikan bahwa tidak ada pertumbuhan didalam zona nyaman dan juga sebaliknya tak akan ditemukan kenyamanan di dalam zona pertumbuhan bagi mereka yang terus ingin menyalakan api kesuksesan. 34 tahun yang lalu, JNE bertarung dengan  dirinya sendiri. Meniadakan pesimisme, menjulurkan keberanian dengan menjawab kebutuhan masyarakat yang terus bertransformasi, mengambil peran dan ruang berkontribusi dalam akses pemberian  jasa pengiriman lintas daerah dan kota yang autentik.

Sebuah pertunjukan eksistensi  jasa yang tidak muncul tiba-tiba, berproses puluhan tahun hingga akhirnya  mengintegrasikan semua potensi yang tersedia   dengan  terus menjawab  tantangan dan persoalan masyarakat berbasis pelayanan jasa  pengirimannya  yang satset. Obsesi itu bukan sekedar ambisi belaka, melainkan  sebuah harapan tanpa batas yang terus melesat jauh  dan  dikendalikan oleh semangat  konsisten dan persisten.

Menunjukkan bahwa  JNE terus  berdikari , eksis berbagi kebahagiaan  di masyarakat  bukan hanya di kota tetapi juga  di pelosok desa.  JNE akan terus berkontribusi menjawab kebutuhan-kebutuan masyarakat yang hidup di era  transformasi digital, dan dengan bangga terus tampil memberi kemudahan dan pelayanan prima yang bertanggungjawab  hingga kemudian  setiap  barang yang dinanti jutaan rakyat itu bisa    hadir di didepan mata mereka masing-masing.

Maka, teruslah nyalakan semangat melayani dengan hati, Satset JNE jadikan masyarakat aman dan bahagia bersama JNE.

Penulis : Fauziah Ramdani

Sumber Berita : Fauziah Ramdani

Berita Terkait

Pasca Dibakar Massa Gedung Utama DPRD Sulsel Akan Segera Dirobohkan
Juru Parkir Liar Resahkan Warga di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar
Disdukcapil Makassar Ungkap Dugaan Manipulasi Data WNA Asal China
Perumda Terminal Makassar Metro Genjot Pembenahan Fasilitas, Fokus pada Kenyamanan Penumpang
Munafri Tegaskan Larangan Reklame di Pohon, Tegaskan Penataan Kota Lebih Tertib
Ribut Saat Main Game Berujung Penikaman, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara
Pemkot Makassar Tertibkan 167 Lapak PKL di Biringkanaya, Pedagang Direlokasi ke Area Baru
Harga Plastik di Makassar Melonjak, Omzet Pedagang Ikut Terdampak

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 18:52 WITA

Pasca Dibakar Massa Gedung Utama DPRD Sulsel Akan Segera Dirobohkan

Selasa, 14 April 2026 - 18:45 WITA

Juru Parkir Liar Resahkan Warga di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar

Selasa, 14 April 2026 - 18:29 WITA

Disdukcapil Makassar Ungkap Dugaan Manipulasi Data WNA Asal China

Kamis, 9 April 2026 - 20:22 WITA

Munafri Tegaskan Larangan Reklame di Pohon, Tegaskan Penataan Kota Lebih Tertib

Kamis, 9 April 2026 - 20:08 WITA

Ribut Saat Main Game Berujung Penikaman, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

Kamis, 9 April 2026 - 19:39 WITA

Pemkot Makassar Tertibkan 167 Lapak PKL di Biringkanaya, Pedagang Direlokasi ke Area Baru

Kamis, 9 April 2026 - 18:48 WITA

Harga Plastik di Makassar Melonjak, Omzet Pedagang Ikut Terdampak

Selasa, 7 April 2026 - 21:11 WITA

Munafri Soroti Performa Menurun PSM Makassar, Pastikan Mental dan Strategi PSM Dibenahi

Berita Terbaru

Nasional

KPK Dalami Mutasi Hakim PN Depok dalam Kasus Suap Sengketa Lahan

Selasa, 14 Apr 2026 - 18:38 WITA