Mufasyahnews.com, Makassar – Setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia selama dua periode, Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sorotan publik. Namanya disebut-sebut dalam bursa calon ketua umum di dua partai politik, yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
PSI dijadwalkan menggelar kongres pada akhir Mei 2025 di Solo, Jawa Tengah. Salah satu agenda utama dalam kongres tersebut adalah perubahan mekanisme pemilihan ketua umum. PSI akan menggunakan sistem pemilihan langsung oleh anggota melalui metode e-voting.
Ketua DPP PSI, Cheryl Tanzil, menyampaikan bahwa setiap anggota yang memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) berhak memberikan suara. Untuk bisa menjadi calon ketua umum, seseorang harus mendapat dukungan minimal dari lima Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan 20 Dewan Pimpinan Daerah (DPD).
Nama Jokowi pun mencuat sebagai salah satu kandidat potensial ketua umum PSI. Namun, Cheryl tidak secara langsung mengonfirmasi pencalonan tersebut dan menyarankan agar pertanyaan terkait hal itu ditujukan kepada pihak Jokowi.
Sinyal keterlibatan Jokowi dalam tubuh PSI kian menguat setelah Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep merencanakan perubahan nama partai menjadi “Partai Super Terbuka,” sebuah ide yang sebelumnya sempat disampaikan oleh Jokowi.
Sementara itu, PPP juga akan mengadakan Muktamar X pada April atau Mei 2025. Dalam forum tersebut, PPP akan membahas perubahan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta pemilihan ketua umum.
Sekretaris Jenderal PPP, Arwani Thomafi, menyatakan bahwa AD/ART partai yang berkaitan dengan mekanisme pemilihan ketua umum dapat direvisi dalam muktamar mendatang.
Meski demikian, hingga saat ini, PPP belum secara resmi menyebutkan nama Jokowi sebagai salah satu kandidat ketua umum. Adapun empat nama yang beredar sebagai calon ketua umum PPP adalah Sandiaga Uno dan Taj Yasin dari internal partai, serta dua tokoh eksternal yaitu Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan mantan Kepala Staf Angkatan Darat Dudung Abdurachman.
Dengan masuknya nama Jokowi dalam bursa pimpinan partai politik, arah politik mantan presiden ini pasca lengser menjadi topik hangat. Publik kini menanti keputusan politik Jokowi apakah akan bergabung dengan PSI, PPP, atau memilih langkah politik lainnya.












