Ketegangan Hormuz Memanas, Iran Diduga Pasang Ranjau Laut

- Admin

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ranjau laut. Foto: Naval Institute

Ilustrasi ranjau laut. Foto: Naval Institute

Mufasyahnews.com,  Makassar  –  Ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat setelah Iran diduga memasang ranjau laut di jalur strategis Selat Hormuz, salah satu rute utama perdagangan energi dunia.

Berdasarkan laporan intelijen Amerika Serikat, puluhan ranjau disebut telah ditempatkan di perairan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Meski belum dilakukan secara besar-besaran, langkah ini dinilai berpotensi mengancam jalur pelayaran yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak global setiap hari.

Mengutip CNN International, aktivitas tersebut berada di bawah kendali Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) bersama angkatan laut Iran. IRGC memiliki kemampuan militer berupa kapal penebar ranjau, kapal bermuatan bahan peledak, serta sistem rudal pertahanan pantai yang dapat menekan kapal yang melintas.

IRGC sebelumnya juga memperingatkan bahwa kapal yang melintasi Selat Hormuz berpotensi menjadi target serangan di tengah meningkatnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Ketegangan tersebut berdampak pada aktivitas pelayaran di kawasan itu. Sekitar 300 kapal tanker minyak dan kapal kontainer dilaporkan tertahan di kedua sisi Selat Hormuz.

Situasi ini memicu gejolak di pasar energi global. Harga minyak dunia jenis Brent Crude Oil dilaporkan melonjak sekitar 10–13 persen pada awal eskalasi konflik.

Kenaikan harga energi mulai dirasakan sejumlah negara. Di Filipina dan Bangladesh, pemerintah mengambil langkah penghematan energi setelah terjadi lonjakan harga bahan bakar dan antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar.

Situasi ini membuat banyak negara memantau perkembangan konflik di Timur Tengah karena stabilitas Selat Hormuz berperan penting terhadap pasokan energi dunia.

Berita Terkait

Tak Cukup Bukti, KPK Bebaskan Wabup Rejang Lebong Hendri Praja dari Kasus OTT
OTT KPK di Bengkulu Berujung Penetapan Lima Tersangka, Termasuk Bupati Rejang Lebong
80% Lokasi Terdampak Bencana di Sumatera Kini Bebas Lumpur
Longsor Gunung Sampah di TPA Bantar Gebang Kembali Menelan Korban Jiwa
Konflik AS–Israel dan Iran Berpotensi Tekan Ekonomi Indonesia
Iran Sebut 1.322 Warga Sipil Tewas dalam Serangan AS-Israel
Prabowo Siap Tarik Indonesia dari Board of Peace Jika Tak Bantu Kemerdekaan Palestina
Menlu Ungkap 15 WNI di Iran Akan Dievakuasi

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:18 WITA

Ketegangan Hormuz Memanas, Iran Diduga Pasang Ranjau Laut

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:48 WITA

Tak Cukup Bukti, KPK Bebaskan Wabup Rejang Lebong Hendri Praja dari Kasus OTT

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:13 WITA

OTT KPK di Bengkulu Berujung Penetapan Lima Tersangka, Termasuk Bupati Rejang Lebong

Senin, 9 Maret 2026 - 20:37 WITA

Longsor Gunung Sampah di TPA Bantar Gebang Kembali Menelan Korban Jiwa

Senin, 9 Maret 2026 - 16:58 WITA

Konflik AS–Israel dan Iran Berpotensi Tekan Ekonomi Indonesia

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:04 WITA

Iran Sebut 1.322 Warga Sipil Tewas dalam Serangan AS-Israel

Kamis, 5 Maret 2026 - 18:13 WITA

Prabowo Siap Tarik Indonesia dari Board of Peace Jika Tak Bantu Kemerdekaan Palestina

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:21 WITA

Menlu Ungkap 15 WNI di Iran Akan Dievakuasi

Berita Terbaru

Ilustrasi ranjau laut. Foto: Naval Institute

Nasional

Ketegangan Hormuz Memanas, Iran Diduga Pasang Ranjau Laut

Rabu, 11 Mar 2026 - 19:18 WITA