Mufasyahnews.com – Mantan kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Perhubungan Bantaeng, Sulawesi Selatan, Andi Anwar Arifin dikeroyok warga setelah menyerang seorang nelayan menggunakan cutter di Pantai Marina, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng, Selasa (8/10/2024) sekitar pukul 13.00 siang.
Dalam video beredar di media sosial, Anwar yang berseragam Dishub Sulsel dikejar massa hingga dilempari batu dan dipukul menggunakan batu.
Beruntung ia mengenakan helm hingga kepala terlindungi dari pukulan batu.
Kejadian tersebut berawal saat Anwar menahan beberapa orang yang tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta mengambil STNK milik warga tanpa alasan yang jelas.
Kasat Reskrim Polres Bantaeng, AKP Akhmad Marzuki saat ditemui pada Selasa (8/10/2024),
“Menurut informasi yang sementara sifatnya, ini yang (mantan) kepala UPT ini melakukan pemeriksaan di tempat masuk wisata, karena dia kan punya kartu kuning,”
Tidak sampai disitu Anwar kemudian menghukum seorang pengendara yang dianggap melanggar lalu lintas.
“Kartu kuning itu agak sedikit bagaimana yah, dia periksa orang yang naik motor helm (atau tidak) terus SIM, kelengkapan administrasi, kalau tidak punya itu dia hukum. Dia hukumnya suruh push up dan lain sebagainya,” ucap Marzuki.
Warga yang melihat kejadian tersebut sempat menegur Anwar hingga adu cekcok, karna tidak terima ia langsung mengeluarkan cutter dan menikam korbannya
Kasat Reskrim Polres Bantaeng AKBP Ahmad Marzuki juga mengatakan Andi Anwar Arifin mengalami gangguan jiwa sejak 17 Mei 2010.
Karena kondisinya yang tidak stabil secara mental, ia dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kepala UPT Dishub Bantaeng.
Andi Anwar dan korbannya kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Prof Anwar Makkatutu, Bantaeng.












