Longsor Gunung Sampah di TPA Bantar Gebang Kembali Menelan Korban Jiwa

- Admin

Senin, 9 Maret 2026 - 20:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Jakarta  – Longsor terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang pada Minggu (8/3/2026). Gunungan sampah setinggi sekitar 50 meter dilaporkan runtuh dan menimbun sejumlah orang di lokasi. Peristiwa tersebut menyebabkan 6 orang meninggal dunia, hingga berita ini dibuat.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menilai kejadian ini menjadi bukti adanya persoalan serius dalam sistem pengelolaan sampah di Jakarta. Ia menyebut peristiwa tersebut ironis karena terjadi hanya dua pekan setelah peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang diperingati setiap 21 Februari.

Hari Peduli Sampah Nasional sendiri ditetapkan untuk mengenang tragedi longsor di TPA Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005. Bencana tersebut menjadi salah satu tragedi pengelolaan sampah terbesar di Indonesia.

Sebelum peristiwa itu, TPA Leuwigajah berfungsi sebagai lokasi pembuangan sampah untuk wilayah Bandung Raya. Sejak beroperasi pada era 1980-an, timbunan sampah di kawasan tersebut terus meningkat hingga mencapai ketinggian ratusan meter.

Dalam laporan peneliti Jepang, Itoch Tochija, berjudul Tragedi Leuwigajah, disebutkan bahwa pada 21 Februari 2005 gundukan sampah di lokasi tersebut meledak. Ledakan itu memicu longsoran besar yang disebut sebagai “tsunami sampah”, menimbun permukiman warga di sekitarnya.

Proses evakuasi berlangsung sekitar 15 hari. Tim penyelamat berhasil menemukan 157 jenazah korban, sementara ratusan lainnya dinyatakan hilang. Sebagian besar korban merupakan pemulung dan warga yang tinggal di sekitar area TPA.

Tragedi Leuwigajah kemudian tercatat sebagai salah satu bencana TPA terbesar di dunia, setelah peristiwa serupa di TPA Payatas, Quezon City, Filipina, pada 10 Juli 2000 yang menewaskan lebih dari 200 orang.

Hasil kajian para ahli dari Institut Teknologi Bandung mengungkap bahwa TPA Leuwigajah saat itu telah jauh melampaui kapasitasnya. Selain itu, metode penimbunan sampah dinilai tidak memenuhi standar keselamatan.

Material sampah tidak dipadatkan dengan baik, sementara sistem penimbunan menggunakan lereng tunggal dengan kemiringan lebih dari 45 derajat. Kondisi tersebut membuat struktur timbunan sampah menjadi tidak stabil.

Faktor lain yang memperparah situasi adalah keberadaan mata air di bawah bagian utara TPA berdasarkan peta hidrogeologi. Curah hujan tinggi beberapa hari sebelum kejadian juga meningkatkan tekanan pada timbunan sampah.

Di sisi lain, gas metana yang terperangkap di dalam gunungan sampah diduga memicu ledakan yang kemudian menyebabkan longsor besar.

Sebelum tragedi terjadi, sejumlah tanda bahaya sebenarnya telah terlihat. Warga sekitar sempat menemukan retakan tanah, longsor kecil, serta mencium bau gas yang menyebar hingga ke permukiman. Namun berbagai peringatan tersebut tidak mendapat penanganan serius.

Setelah kejadian tersebut, pemerintah akhirnya menutup TPA Leuwigajah dan mulai mendorong penerapan sistem pengelolaan sampah yang lebih aman. Saat ini kawasan bekas TPA tersebut telah berubah menjadi area yang lebih hijau.

Sebagai bentuk pengingat atas tragedi tersebut, pemerintah menetapkan 21 Februari sebagai Hari Peduli Sampah Nasional guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Berita Terkait

Ketegangan Hormuz Memanas, Iran Diduga Pasang Ranjau Laut
Tak Cukup Bukti, KPK Bebaskan Wabup Rejang Lebong Hendri Praja dari Kasus OTT
OTT KPK di Bengkulu Berujung Penetapan Lima Tersangka, Termasuk Bupati Rejang Lebong
80% Lokasi Terdampak Bencana di Sumatera Kini Bebas Lumpur
Konflik AS–Israel dan Iran Berpotensi Tekan Ekonomi Indonesia
Iran Sebut 1.322 Warga Sipil Tewas dalam Serangan AS-Israel
Prabowo Siap Tarik Indonesia dari Board of Peace Jika Tak Bantu Kemerdekaan Palestina
Menlu Ungkap 15 WNI di Iran Akan Dievakuasi

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:18 WITA

Ketegangan Hormuz Memanas, Iran Diduga Pasang Ranjau Laut

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:48 WITA

Tak Cukup Bukti, KPK Bebaskan Wabup Rejang Lebong Hendri Praja dari Kasus OTT

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:13 WITA

OTT KPK di Bengkulu Berujung Penetapan Lima Tersangka, Termasuk Bupati Rejang Lebong

Senin, 9 Maret 2026 - 20:37 WITA

Longsor Gunung Sampah di TPA Bantar Gebang Kembali Menelan Korban Jiwa

Senin, 9 Maret 2026 - 16:58 WITA

Konflik AS–Israel dan Iran Berpotensi Tekan Ekonomi Indonesia

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:04 WITA

Iran Sebut 1.322 Warga Sipil Tewas dalam Serangan AS-Israel

Kamis, 5 Maret 2026 - 18:13 WITA

Prabowo Siap Tarik Indonesia dari Board of Peace Jika Tak Bantu Kemerdekaan Palestina

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:21 WITA

Menlu Ungkap 15 WNI di Iran Akan Dievakuasi

Berita Terbaru

Ilustrasi ranjau laut. Foto: Naval Institute

Nasional

Ketegangan Hormuz Memanas, Iran Diduga Pasang Ranjau Laut

Rabu, 11 Mar 2026 - 19:18 WITA