Petani Loeha Gelar Aksi Tuntut Pelepasan Konsesi di Rapat Umum Pemegang Saham PT Vale Indonesia

- Admin

Jumat, 19 April 2024 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah petani lada dari Desa Loeha dan Ranteangin melakukan aksi di Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Vale Indonesia

Sejumlah petani lada dari Desa Loeha dan Ranteangin melakukan aksi di Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Vale Indonesia

Mufasyahnews.com, Makassar – Sejumlah petani lada dari Desa Loeha dan Ranteangin melakukan aksi di Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Vale Indonesia di Hotel Alila SCBD Jakarta, pada Jumat 19 April 2024.

Dalam aksinya, perwakilan petani lada menunjukan poster-poster tuntutan di depan ruang rapat yang sementara berlangsung. Mereke menuntut agar PT Vale Indonesia dan para pemegang sahamnya menghentikan rencana perluasan tambang di Blok Tanamalia. Selain itu, mereka juga menuntut agar PT Vale Indonesia mengeluarkan Blok Tanamalia di Desa Loeha dan Ranteangin dari konsesi Vale Indonesia.

Menurut salah seorang petani bernama Ali Kamri, aksi yang ia lakukan bersama perwakilan petani lada tersebut bertujuan untuk memperlihatkan tuntutan masyarakat loeha kepada pemegang saham PT Vale Indonesia. Karena sudah lebih satu setengah tahun masyarakat loeha menuntut agar PT Vale Indonesia tidak memperluas kegiatan tambangnya hingga ke Blok Tanamalia yang merupakan area pertanian lada dan bentang alam hutan hujan.

“Desakan dan permintaan masyarakat, khususnya petani lada di Loeha dan Ranteangan telah dilakukan sejak tahun 2022. Permintaan utama masyarakat kepada PT Vale Indonesia adalah mengeluarkan blok tanamalia dari konsesi PT Vale Indonesia dan menghentikan ekspansi tambang nikel di perkebunan lada dan ekosistem hutan hujan di Loeha Raya”

Ali Kamri, petani lada Loeha Raya yang datang langsung dari Sulawesi Selatan ke Jakarta berujar bahwa aksi yang mereka lakukan ini merupakan aksi untuk menyelamatkan eksositem hutan hujan, sumber air dan sumber kehidupan masyarakat di Loeha Raya.

“Kami datang dari Sulawesi Selatan ingin bertemu langsung dengan para pemegang saham PT Vale untuk menyampaikan tuntutan dari para petani dan perempuan di Loeha Raya”, ujarnya.

Selain itu, ia juga menambahkan bahwa Blok Tanamalia atau lokasi yang akan di tambang oleh PT Vale Indonesia merupakan lahan produktif dan sumber penghidupan utama di lima desa. Sehingga bila PT Vale Indonesia menambang area tersebut, maka tidak hanya ribuan petani yang menderita, akan tetapi belasan ribu buruh tani, pedagang di Loeha Raya akan jatuh miskin dan hidup menderita.

“Tidak cuman lahan produktif dan sumber penghidupan bagi puluhan ribu orang, Tanamalia juga merupakan bentang alam eksositem hutan dan sumber air bersih kami. Maka dari itu, kami cuman punya satu tuntutan yakni hapuskan Blok Tanamalia dari Konsesi PT Vale Indonesia”, terangya.

Aksi tuntutan petani Loeha di Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Vale ini berlangsung damai. AKsi berlangsung pada pukul 03.00 hingga 05.00 sore. Selain itu, beberapa pemegang saham PT Vale Indonesia yang hadir dan melihat aksi petan loeha turut memberi dukungan dan semangat kepada Ali Kamri dan petani lainnya.

Tidak hanya itu, hadir juga Direktur WALHI Sulawesi Selatan, Muhammad Al Amin dalam aksi tersebut.

Berita Terkait

Leptan Nusantara, Lakukan Aksi Unjuk Rasa Menolak Hadirnya W Super Club Kota Makassar
Aliansi Pemuda Mahasiswa Pesisir AMATIR Seruduk Polda Sulsel dan Ditpolairud Polda Sulsel
Konferensi Pers Ahli Waris Nasrullah Bin Ramang Bin Manruppai Terkait Eksekusi Lahan di Jalan Cendrawasih Makassar
Ops Cipta Kondisi Malam Minggu, Polisi Jaring 20 Unit Sepeda Motor KNALPOT BRONG RACING
Farid Sitepu Dua Kali Mangkir di Sidang Kasus Kematian Virendy, Hakim : Jika Pekan Depan Tak Datang Lagi, Lakukan Panggilan Paksa
Eks Wasekjen PB HMI di Vonis 1,6 Tahun Penjara Pencemaran Nama Baik Bupati Bulukumba, Kuasa Hukum : Kami Akan Banding!
Wakil Dekan FT Unhas Akui Kematian Virendy Tanggung Jawab Panitia, Hakim : Untuk Apa Saudara Keluarkan Rekomendasi?
Mahasiwa Gelar Demonstrasi di Depan Rutan Kelas 1 Makassar

Berita Terkait

Jumat, 31 Mei 2024 - 16:40 WIB

Leptan Nusantara, Lakukan Aksi Unjuk Rasa Menolak Hadirnya W Super Club Kota Makassar

Senin, 27 Mei 2024 - 18:13 WIB

Aliansi Pemuda Mahasiswa Pesisir AMATIR Seruduk Polda Sulsel dan Ditpolairud Polda Sulsel

Rabu, 22 Mei 2024 - 09:17 WIB

Konferensi Pers Ahli Waris Nasrullah Bin Ramang Bin Manruppai Terkait Eksekusi Lahan di Jalan Cendrawasih Makassar

Minggu, 5 Mei 2024 - 08:07 WIB

Ops Cipta Kondisi Malam Minggu, Polisi Jaring 20 Unit Sepeda Motor KNALPOT BRONG RACING

Jumat, 3 Mei 2024 - 13:47 WIB

Farid Sitepu Dua Kali Mangkir di Sidang Kasus Kematian Virendy, Hakim : Jika Pekan Depan Tak Datang Lagi, Lakukan Panggilan Paksa

Selasa, 30 April 2024 - 11:02 WIB

Eks Wasekjen PB HMI di Vonis 1,6 Tahun Penjara Pencemaran Nama Baik Bupati Bulukumba, Kuasa Hukum : Kami Akan Banding!

Selasa, 30 April 2024 - 08:58 WIB

Wakil Dekan FT Unhas Akui Kematian Virendy Tanggung Jawab Panitia, Hakim : Untuk Apa Saudara Keluarkan Rekomendasi?

Senin, 29 April 2024 - 20:14 WIB

Mahasiwa Gelar Demonstrasi di Depan Rutan Kelas 1 Makassar

Berita Terbaru