Dinsos dan Kecamatan Biringkanaya Gelar Patroli Gabungan, Tindak Praktik Prostitusi untuk Jaga Ketertiban dan Moralitas Warga

- Admin

Rabu, 10 Desember 2025 - 22:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Makassar – Keresahan masyarakat terkait meningkatnya dugaan aktivitas prostitusi di sejumlah wilayah Kota Makassar, khususnya di Kecamatan Biringkanaya, mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah cepat dan tegas. Laporan masyarakat yang masuk melalui berbagai kanal aduan menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat praktik prostitusi tidak hanya berdampak pada keamanan dan ketertiban, tetapi juga berpotensi memicu masalah sosial yang lebih luas, terutama bagi generasi muda. Sebagai bentuk respons nyata, Dinas Sosial Kota Makassar bersama Pemerintah Kecamatan Biringkanaya, Polsek Biringkanaya, dan relawan masyarakat menggelar patroli gabungan untuk melakukan penindakan terhadap praktik prostitusi atau Pekerja Seks Komersial (PSK).

Kegiatan patroli ini dilakukan pada Rabu malam, 10 Desember 2025. Patroli diawali dengan apel gabungan yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Biringkanaya. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Camat Biringkanaya, Juliaman, S.Sos., bersama Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Dinas Sosial Kota Makassar, Muh. Zuhur. Hadir pula Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Kasi Trantib Kecamatan Biringkanaya Ady Mulyadi Yacub, S.Sos., personel Polsek Biringkanaya, Satpol PP BKO Kecamatan Biringkanaya, Stalinmas, dan para relawan Kamtibmas yang turut memperkuat pelaksanaan operasi.

Dalam sambutannya sebelum patroli dimulai, Camat Biringkanaya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan lingkungan serta mencegah semakin meluasnya praktik prostitusi. Beliau menekankan bahwa kecamatan memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan wilayahnya tetap aman, tertib, dan jauh dari aktivitas yang meresahkan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan penertiban yang sistematis, terarah, dan melibatkan seluruh unsur terkait.

Patroli gabungan ini menyasar sejumlah titik yang sering dilaporkan menjadi lokasi aktivitas prostitusi, antara lain penginapan murah, wisma, rumah singgah, guest house, hingga hotel-hotel kecil yang beroperasi di wilayah Kecamatan Biringkanaya. Wilayah Biringkanaya dikenal sebagai kawasan dengan mobilitas tinggi karena dekat dengan bandara serta memiliki banyak titik penginapan. Posisi strategis tersebut terkadang dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan kegiatan melanggar norma dan aturan, sehingga pengawasan ekstra menjadi sangat diperlukan.

Dalam pelaksanaannya, tim bergerak dari satu lokasi ke lokasi lainnya dengan pola penyisiran. Setiap tempat yang diduga menjadi titik aktivitas prostitusi diperiksa dengan teliti oleh petugas gabungan. Pemeriksaan meliputi identitas penghuni kamar, hubungan antara pasangan yang ditemukan, serta indikasi adanya transaksi prostitusi. Selain itu, petugas juga memberikan edukasi kepada pihak pengelola penginapan mengenai kewajiban mereka untuk memastikan tamu yang menginap tidak terlibat dalam aktivitas yang melanggar ketertiban umum.

Ketika berada di lapangan, Camat Biringkanaya menyampaikan bahwa patroli ini bukan bentuk tindakan represif semata, tetapi juga upaya preventif dalam mencegah kerusakan sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, praktik prostitusi sering kali menyasar kelompok rentan, termasuk remaja dan pemuda yang belum memiliki pemahaman kuat tentang risiko perilaku menyimpang. Dengan adanya tindakan penertiban, pemerintah berharap dapat memberikan efek jera dan mendorong masyarakat untuk menjaga moralitas lingkungan.

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk respons cepat atas aduan warga yang selama ini merasa terganggu dengan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka. “Kami mendapatkan banyak laporan dari masyarakat. Mereka resah dengan adanya aktivitas yang mengarah pada prostitusi, terutama yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi di beberapa penginapan. Kami tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi karena dapat berdampak buruk bagi tatanan sosial dan generasi muda,” tegas Camat Juliaman.

Dalam patroli tersebut, tim gabungan berhasil menjaring lima pemuda yang tidak dapat menunjukkan identitas hubungan resmi saat ditemukan berada dalam satu kamar. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, kelima pemuda tersebut tidak memiliki hubungan yang sah dan terindikasi terlibat dalam aktivitas yang melanggar norma sosial. Para petugas kemudian membawa mereka untuk dilakukan pendataan lebih lanjut. Selanjutnya, Dinas Sosial Kota Makassar akan memberikan pembinaan agar mereka tidak kembali melakukan tindakan serupa di masa mendatang.

Kabid Rehsos Dinas Sosial Kota Makassar, Muh. Zuhur, menjelaskan bahwa pembinaan terhadap para pelaku yang terjaring merupakan bagian dari proses rehabilitasi sosial yang bertujuan untuk memberikan penyadaran. Menurutnya, tindakan penertiban bukan sekadar memberikan efek jera, tetapi juga mengajarkan nilai moral dan tanggung jawab sosial kepada para pelaku. Dinas Sosial akan memberikan bimbingan agar mereka dapat memahami dampak negatif dari aktivitas prostitusi dan tidak mengulangi perbuatannya.

Lebih lanjut, tim patroli juga memberikan imbauan kepada pengelola penginapan untuk memperketat aturan penyewaan kamar. Mereka diminta melakukan verifikasi identitas secara ketat kepada setiap tamu, serta melarang penyewaan kamar kepada pasangan yang tidak dapat menunjukkan identitas hubungan resmi. Pengelola penginapan juga diingatkan mengenai konsekuensi hukum apabila ditemukan membantu atau membiarkan aktivitas prostitusi berlangsung di tempat usaha mereka.

Selain menyasar penginapan, petugas juga melakukan patroli di area publik yang sering dilaporkan sebagai tempat nongkrong pasangan muda. Di beberapa titik, petugas melakukan pendekatan edukatif dengan memberikan nasihat kepada remaja yang sedang berkumpul larut malam. Mereka diingatkan agar menjaga pergaulan, tidak terlibat dalam aktivitas melanggar norma, dan selalu berhati-hati terhadap lingkungan sekitar. Pendekatan persuasif dilakukan agar generasi muda dapat memahami pentingnya menjaga diri serta menjauhi potensi bahaya sosial.

Camat Biringkanaya juga menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara berkala. Pemerintah kecamatan berkomitmen untuk menjaga ketertiban serta memastikan bahwa wilayah Biringkanaya tetap menjadi lingkungan yang aman, bersih, dan bebas dari praktik prostitusi terselubung. Ia berharap masyarakat tetap aktif memberikan laporan apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan harmonis.

Pada bagian lain, Kepala Dinas Sosial Kota Makassar mengapresiasi sinergi yang terbangun antara perangkat pemerintah kecamatan, kepolisian, dan relawan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi yang baik ini menunjukkan adanya kesadaran bersama bahwa masalah sosial seperti prostitusi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. Dengan keterlibatan banyak pihak, proses penanganan dapat berjalan lebih efektif.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta patroli berkumpul kembali di Kecamatan Biringkanaya untuk melakukan evaluasi singkat. Mereka menilai bahwa operasi hari itu berjalan lancar, aman, dan sesuai rencana. Tidak ditemukan adanya tindakan perlawanan atau halangan lain selama pelaksanaan tugas. Para peserta patroli kemudian menegaskan kembali komitmen untuk melanjutkan kegiatan ini secara rutin agar efek pencegahannya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Patroli gabungan penindakan PSK ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Sosial dan Kecamatan Biringkanaya serius dalam menjaga ketertiban masyarakat. Dengan melibatkan semua unsur mulai dari pemerintah, aparat keamanan, hingga relawan, pemerintah berharap dapat mengurangi praktik prostitusi serta mencegah dampak negatif yang mungkin mengancam masa depan anak muda di wilayah tersebut.

Sebagai bagian dari penambahan konteks, Camat Juliaman juga menjelaskan bahwa pengawasan lingkungan harus dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya pada tempat-tempat yang dicurigai. Masyarakat diminta aktif melaporkan bila menemukan indikasi kegiatan mencurigakan, sehingga pemerintah bisa segera melakukan tindakan. Menurutnya, keamanan wilayah adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib.

Selain itu, kegiatan patroli ini juga memberikan efek psikologis bagi para pelaku, bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap aktivitas yang melanggar norma dan hukum. Pemerintah berharap razia ini dapat memberikan efek jera sehingga praktik prostitusi semakin berkurang dari waktu ke waktu. Untuk memperkuat upaya tersebut, pemerintah kecamatan akan mengadakan forum diskusi dan sosialisasi di tingkat kelurahan bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda. Lewat kegiatan ini, pemerintah ingin mendorong kesadaran kolektif bahwa lingkungan aman dan sehat hanya dapat terwujud bila seluruh lapisan masyarakat terlibat aktif dalam pengawasan sosial.

Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi sosial di lingkungannya. Dengan bekerja sama dan melaporkan setiap gejala aktivitas negatif, masyarakat turut berperan menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bermoral. Pemerintah Kecamatan Biringkanaya menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti melalui langkah-langkah yang terukur dan terkoordinasi.

Dengan demikian, patroli gabungan ini tidak hanya menjadi tindakan sesaat, melainkan langkah awal untuk menciptakan perubahan sosial yang lebih baik. Pemerintah, masyarakat, dan aparat keamanan diharapkan terus menjaga kesinambungan kerja sama ini demi mewujudkan wilayah Biringkanaya yang tertib, bermoral, dan bebas dari praktik prostitusi yang meresahkan warga. Semangat kolaborasi inilah yang diharapkan dapat memperkuat kualitas lingkungan sosial dan keamanan di Kota Makassar secara keseluruhan.

Berita Terkait

Ketua DPRD Makassar Supratman Ikuti Retret Nasional, Asah Visi Kepemimpinan Magelang
Pasca Dibakar Massa Gedung Utama DPRD Sulsel Akan Segera Dirobohkan
Juru Parkir Liar Resahkan Warga di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar
Disdukcapil Makassar Ungkap Dugaan Manipulasi Data WNA Asal China
Perumda Terminal Makassar Metro Genjot Pembenahan Fasilitas, Fokus pada Kenyamanan Penumpang
Munafri Tegaskan Larangan Reklame di Pohon, Tegaskan Penataan Kota Lebih Tertib
Ribut Saat Main Game Berujung Penikaman, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara
Pemkot Makassar Tertibkan 167 Lapak PKL di Biringkanaya, Pedagang Direlokasi ke Area Baru

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 23:09 WITA

Ketua DPRD Makassar Supratman Ikuti Retret Nasional, Asah Visi Kepemimpinan Magelang

Selasa, 14 April 2026 - 18:52 WITA

Pasca Dibakar Massa Gedung Utama DPRD Sulsel Akan Segera Dirobohkan

Selasa, 14 April 2026 - 18:45 WITA

Juru Parkir Liar Resahkan Warga di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar

Selasa, 14 April 2026 - 18:29 WITA

Disdukcapil Makassar Ungkap Dugaan Manipulasi Data WNA Asal China

Senin, 13 April 2026 - 18:29 WITA

Perumda Terminal Makassar Metro Genjot Pembenahan Fasilitas, Fokus pada Kenyamanan Penumpang

Kamis, 9 April 2026 - 20:22 WITA

Munafri Tegaskan Larangan Reklame di Pohon, Tegaskan Penataan Kota Lebih Tertib

Kamis, 9 April 2026 - 20:08 WITA

Ribut Saat Main Game Berujung Penikaman, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

Kamis, 9 April 2026 - 19:39 WITA

Pemkot Makassar Tertibkan 167 Lapak PKL di Biringkanaya, Pedagang Direlokasi ke Area Baru

Berita Terbaru