Hari Ketiga Festival Daur Bumi 2025, Kecamatan Biringkanaya Tegaskan Komitmen Dukung Makassar Bebas Sampah 2029

- Admin

Minggu, 14 Desember 2025 - 17:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Makassar – Festival Daur Bumi 2025 yang digelar oleh Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup resmi memasuki hari ketiga pelaksanaan, Minggu (14/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di Balai Prajurit M. Yusuf Makassar ini menjadi penutup rangkaian festival yang selama tiga hari berturut-turut menghadirkan berbagai agenda edukatif, inspiratif, dan kolaboratif dalam rangka memperkuat gerakan pengelolaan sampah berkelanjutan di Kota Makassar.

Sejak hari pertama, Festival Daur Bumi 2025 telah menjadi magnet bagi berbagai elemen masyarakat. Pemerintah, komunitas lingkungan, pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, hingga industri kreatif bersatu dalam satu ruang besar untuk membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Festival ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan target besar Makassar Bebas Sampah 2029.

Pada hari ketiga pelaksanaan, suasana festival tetap dipadati pengunjung yang antusias mengikuti berbagai kegiatan. Mulai dari pameran produk daur ulang, diskusi publik, talk show, hingga workshop pengelolaan sampah, seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menanamkan pemahaman bahwa sampah bukan semata-mata limbah, melainkan sumber daya yang dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai guna dan bernilai ekonomi.

Festival Daur Bumi 2025 juga menjadi wadah penting untuk mempertemukan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan. Melalui pendekatan kolaboratif, Pemerintah Kota Makassar berupaya menyatukan langkah dan visi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun budaya memilah, mendaur, dan mengelola sampah secara bijak sejak dari sumbernya, yakni dari rumah tangga dan lingkungan sekitar.

Dalam konteks tersebut, peran kecamatan dan kelurahan menjadi sangat strategis sebagai ujung tombak pelaksanaan program lingkungan di tingkat paling bawah. Salah satu kecamatan yang menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program ini adalah Kecamatan Biringkanaya. Pada kesempatan pelaksanaan hari ketiga Festival Daur Bumi 2025, Camat Biringkanaya, Juliaman, S.Sos., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Biringkanaya, Juliaman, S.Sos., menyampaikan komitmen pemerintah kecamatan dalam mendukung penuh program Daur Bumi sebagai langkah konkret menuju Makassar Bebas Sampah 2029.

“Festival Daur Bumi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang edukasi dan gerakan bersama untuk membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya. Pemerintah Kecamatan Biringkanaya siap mendukung penuh program ini secara berkelanjutan,” tegas Juliaman.

Ia juga menekankan bahwa perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam keberhasilan pengelolaan sampah di wilayah perkotaan.

“Jika masyarakat sudah terbiasa memilah dan mengelola sampah dari rumah, maka persoalan sampah di tingkat kota akan jauh lebih mudah ditangani,” tambahnya.

Camat Biringkanaya menilai bahwa Festival Daur Bumi bukan sekadar ajang seremonial, melainkan ruang pembelajaran dan inspirasi bagi pemerintah wilayah dan masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini memberikan gambaran nyata bahwa persoalan sampah dapat ditangani melalui pendekatan kreatif, partisipatif, dan berkelanjutan jika seluruh pihak mau terlibat secara aktif.

Lebih lanjut, Camat Juliaman menegaskan komitmen Pemerintah Kecamatan Biringkanaya untuk mendukung penuh program Daur Bumi sebagai langkah nyata menuju Makassar Bebas Sampah 2029. Ia menyampaikan bahwa Kecamatan Biringkanaya siap menjadi bagian dari gerakan perubahan dengan mendorong berbagai program pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Festival Daur Bumi 2025 sejalan dengan visi Wali Kota Makassar dalam membangun kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Melalui festival ini, Pemerintah Kota Makassar ingin menanamkan kesadaran bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat. Perubahan perilaku menjadi kunci utama dalam mewujudkan kota bebas sampah.

Camat Biringkanaya menambahkan bahwa dukungan terhadap program Daur Bumi akan terus diperkuat melalui edukasi berkelanjutan kepada masyarakat, khususnya di tingkat RT dan RW. Ia menilai bahwa perubahan perilaku dalam mengelola sampah harus dimulai dari lingkungan terkecil agar memberikan dampak yang lebih luas bagi kota.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Biringkanaya untuk tidak ragu mengambil peran aktif dalam gerakan peduli lingkungan. Menurutnya, langkah sederhana seperti memilah sampah dari rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta mendukung produk daur ulang merupakan kontribusi nyata dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Dengan semakin meningkatnya partisipasi masyarakat, Camat optimistis target Makassar Bebas Sampah 2029 dapat tercapai. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini akan menjadi warisan penting bagi generasi mendatang, sekaligus mencerminkan kepedulian bersama terhadap bumi dan lingkungan hidup.

Dalam berbagai sesi diskusi yang digelar selama festival, ditekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumber. Sampah organik dan anorganik perlu dipisahkan agar dapat dikelola secara optimal. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik dapat didaur ulang atau dimanfaatkan kembali menjadi produk bernilai ekonomi.

Kecamatan Biringkanaya selama ini telah menjalankan sejumlah inisiatif yang sejalan dengan semangat Festival Daur Bumi. Program edukasi pemilahan sampah, penguatan bank sampah, serta pemberdayaan UMKM berbasis daur ulang menjadi bagian dari upaya pemerintah kecamatan dalam mendukung kebijakan lingkungan Pemerintah Kota Makassar.

Camat Biringkanaya menjelaskan bahwa dukungan terhadap program Daur Bumi akan terus diperkuat melalui sinergi dengan para lurah, tokoh masyarakat, komunitas lingkungan, dan pelaku UMKM di wilayahnya. Dengan kolaborasi yang solid, diharapkan upaya pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Hari ketiga Festival Daur Bumi 2025 juga menjadi momentum refleksi atas berbagai capaian dan tantangan dalam pengelolaan sampah di Kota Makassar. Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup menegaskan bahwa target Makassar Bebas Sampah 2029 membutuhkan kerja keras dan komitmen jangka panjang dari seluruh pihak.

Selain pameran dan diskusi, festival ini juga menampilkan berbagai inovasi pengelolaan sampah yang telah diterapkan di beberapa wilayah. Inovasi tersebut menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan, mulai dari teknologi sederhana hingga pengembangan ekonomi kreatif berbasis daur ulang.

Antusiasme masyarakat pada hari ketiga festival menunjukkan meningkatnya kesadaran terhadap isu lingkungan. Banyak pengunjung yang menyatakan ketertarikannya untuk mulai memilah sampah di rumah dan mendukung produk-produk ramah lingkungan. Hal ini menjadi indikator positif bahwa pesan-pesan yang disampaikan melalui Festival Daur Bumi mulai diterima dan dipahami oleh masyarakat.

Pemerintah Kecamatan Biringkanaya berharap Festival Daur Bumi dapat menjadi pemantik gerakan lingkungan yang lebih masif di tingkat kecamatan dan kelurahan. Camat Juliaman menegaskan bahwa pemerintah wilayah siap menjadi motor penggerak perubahan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam program-program lingkungan.

Selain berdampak pada kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah yang baik juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Melalui pemanfaatan sampah sebagai bahan baku produk kerajinan atau usaha kreatif, warga dapat memperoleh penghasilan tambahan sekaligus berkontribusi dalam mengurangi volume sampah.

Festival Daur Bumi 2025 juga memberikan ruang bagi pelajar dan generasi muda untuk belajar dan berpartisipasi aktif dalam gerakan lingkungan. Edukasi sejak dini dinilai sangat penting untuk membentuk karakter dan kebiasaan peduli lingkungan yang berkelanjutan hingga masa depan.

Camat Biringkanaya menjelaskan bahwa dukungan terhadap program Daur Bumi akan diwujudkan melalui berbagai langkah konkret di tingkat kecamatan dan kelurahan. Ia menyebutkan bahwa pemerintah kecamatan akan terus mendorong penguatan bank sampah, edukasi lingkungan di tingkat RT dan RW, serta pemberdayaan UMKM berbasis daur ulang sebagai bagian dari strategi pengurangan sampah.

Ia juga mengungkapkan optimisme bahwa dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas lingkungan, target Makassar Bebas Sampah 2029 dapat dicapai. Menurutnya, kolaborasi dan konsistensi menjadi kunci dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.

Dengan berakhirnya rangkaian Festival Daur Bumi 2025 pada hari ketiga, Pemerintah Kota Makassar berharap semangat dan nilai-nilai yang ditanamkan selama festival dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Festival ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi bagian dari gerakan berkelanjutan menuju perubahan nyata.

Camat Biringkanaya kembali menegaskan bahwa Kecamatan Biringkanaya siap mendukung setiap program Pemerintah Kota Makassar yang bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Dukungan tersebut akan diwujudkan melalui kebijakan, program, dan aksi nyata di tingkat wilayah.

Sebagai penutup, Festival Daur Bumi 2025 menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah membutuhkan pendekatan kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan. Hari ketiga pelaksanaan festival menegaskan kembali komitmen seluruh pihak, termasuk Pemerintah Kecamatan Biringkanaya, untuk bersama-sama mewujudkan Makassar Bebas Sampah 2029 demi lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan lestari bagi generasi mendatang.

Berita Terkait

Ketua DPRD Makassar Supratman Ikuti Retret Nasional, Asah Visi Kepemimpinan Magelang
Pasca Dibakar Massa Gedung Utama DPRD Sulsel Akan Segera Dirobohkan
Juru Parkir Liar Resahkan Warga di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar
Disdukcapil Makassar Ungkap Dugaan Manipulasi Data WNA Asal China
Perumda Terminal Makassar Metro Genjot Pembenahan Fasilitas, Fokus pada Kenyamanan Penumpang
Munafri Tegaskan Larangan Reklame di Pohon, Tegaskan Penataan Kota Lebih Tertib
Ribut Saat Main Game Berujung Penikaman, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara
Pemkot Makassar Tertibkan 167 Lapak PKL di Biringkanaya, Pedagang Direlokasi ke Area Baru

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 23:09 WITA

Ketua DPRD Makassar Supratman Ikuti Retret Nasional, Asah Visi Kepemimpinan Magelang

Selasa, 14 April 2026 - 18:52 WITA

Pasca Dibakar Massa Gedung Utama DPRD Sulsel Akan Segera Dirobohkan

Selasa, 14 April 2026 - 18:45 WITA

Juru Parkir Liar Resahkan Warga di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar

Selasa, 14 April 2026 - 18:29 WITA

Disdukcapil Makassar Ungkap Dugaan Manipulasi Data WNA Asal China

Senin, 13 April 2026 - 18:29 WITA

Perumda Terminal Makassar Metro Genjot Pembenahan Fasilitas, Fokus pada Kenyamanan Penumpang

Kamis, 9 April 2026 - 20:22 WITA

Munafri Tegaskan Larangan Reklame di Pohon, Tegaskan Penataan Kota Lebih Tertib

Kamis, 9 April 2026 - 20:08 WITA

Ribut Saat Main Game Berujung Penikaman, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

Kamis, 9 April 2026 - 19:39 WITA

Pemkot Makassar Tertibkan 167 Lapak PKL di Biringkanaya, Pedagang Direlokasi ke Area Baru

Berita Terbaru