Mensos Prihatin Kasus Siswa SD di NTT Diduga Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku

- Admin

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul di Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (3/2/2026).(KOMPAS.com/Rahel)

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul di Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (3/2/2026).(KOMPAS.com/Rahel)

Mufasyahnews.com, Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang diduga mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan pena.

Mensos yang akrab disapa Gus Ipul itu menyampaikan duka cita dan menegaskan peristiwa tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Tentu kita prihatin dan turut berduka. Ini menjadi perhatian dan atensi kita bersama, termasuk pemerintah daerah,” kata Saifullah Yusuf, Selasa (3/2/2026).

Gus Ipul menekankan pentingnya penguatan pendampingan serta pembenahan data keluarga tidak mampu agar kejadian serupa tidak terulang. Menurutnya, akurasi data menjadi kunci agar negara dapat menjangkau seluruh warga yang membutuhkan perlindungan sosial.

“Kita harus memperkuat pendampingan dan memperkuat data. Kita harapkan tidak ada lagi keluarga yang tidak terdata,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penguatan basis data sosial diperlukan untuk memastikan seluruh keluarga miskin dan miskin ekstrem mendapatkan akses perlindungan, rehabilitasi, dan pemberdayaan dari negara.

“Ini hal yang sangat penting. Kembali ke data, bagaimana data itu kita pastikan sebaik mungkin agar kita bisa menjangkau keluarga-keluarga yang memang memerlukan perlindungan, rehabilitasi, dan pemberdayaan,” kata Gus Ipul.

Peristiwa tragis ini kembali ditegaskan Mensos sebagai peringatan bagi semua pihak agar lebih peka terhadap kondisi sosial masyarakat, terutama anak-anak dari keluarga rentan.

Sebelumnya, dilaporkan seorang siswa SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, NTT, diduga mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli perlengkapan sekolah berupa buku dan pena. Korban sempat meninggalkan sepucuk surat perpisahan untuk ibunya sebelum meninggal dunia.

Diketahui, korban tinggal bersama neneknya. Sang ibu merupakan orang tua tunggal yang bekerja sebagai petani dan buruh serabutan untuk menghidupi lima orang anak, termasuk korban.

Berita Terkait

DPRD Makassar Sampaikan Duka Cita atas Insiden Hilang Kontak Pesawat ATR 42-500
Komisi C DPRD Makassar Desak Pemkot Perkuat Penanganan Banjir Secara Terpadu
Munafri Arifuddin Bersama Pimpinan DPRD Makassar Hadiri Outlook Ekonomi Peduli Indonesia Award
PT. GOWA MAKASSAR TAURISM DEVELOPMENT Tbk (GMTD) Tak Hadir, Komisi C DPRD Tunda RDP Klarifikasi Perizinan
Pimpinan DPRD Makassar Gelar Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Kantor DPRD
DPRD Makassar Sampaikan Duka Cita atas Insiden Hilang Kontak Pesawat ATR 42-500
DPRD Kota Makassar Sambut Hangat Kunjungan Kerja DPRD Sulawesi Barat, Perkuat Sinergi Kelembagaan
Komisi C DPRD Makassar Desak Pemkot Perkuat Penanganan Banjir Secara Terpadu

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 21:12 WITA

DPRD Makassar Sampaikan Duka Cita atas Insiden Hilang Kontak Pesawat ATR 42-500

Rabu, 30 September 2026 - 21:06 WITA

Komisi C DPRD Makassar Desak Pemkot Perkuat Penanganan Banjir Secara Terpadu

Rabu, 30 September 2026 - 18:33 WITA

Munafri Arifuddin Bersama Pimpinan DPRD Makassar Hadiri Outlook Ekonomi Peduli Indonesia Award

Rabu, 30 September 2026 - 18:31 WITA

PT. GOWA MAKASSAR TAURISM DEVELOPMENT Tbk (GMTD) Tak Hadir, Komisi C DPRD Tunda RDP Klarifikasi Perizinan

Rabu, 30 September 2026 - 17:42 WITA

Pimpinan DPRD Makassar Gelar Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Kantor DPRD

Rabu, 30 September 2026 - 17:34 WITA

DPRD Kota Makassar Sambut Hangat Kunjungan Kerja DPRD Sulawesi Barat, Perkuat Sinergi Kelembagaan

Rabu, 30 September 2026 - 17:31 WITA

Komisi C DPRD Makassar Desak Pemkot Perkuat Penanganan Banjir Secara Terpadu

Rabu, 30 September 2026 - 17:26 WITA

DPRD Makassar Desak Rapat Lintas OPD untuk Tuntaskan Ganti Rugi Lahan Warga Manggala

Berita Terbaru