Mufasyahnews.com, Jakarta – Sebanyak 27 dari 52 kabupaten dan kota yang terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera pada akhir November 2025 telah kembali ke kondisi normal. Data tersebut disampaikan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera.
Ketua Satgas PRR Tito Karnavian mengatakan capaian tersebut menunjukkan progres pemulihan yang signifikan dalam dua bulan terakhir. Pemulihan, kata dia, tidak lepas dari kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, relawan, serta dukungan TNI dan Polri di lapangan.
“Dalam dua bulan terakhir, sebanyak 27 daerah telah kembali normal sepenuhnya,” ujar Tito dalam siaran pers peresmian 1.300 unit hunian sementara yang disiarkan daring, Kamis (5/2/2026).
Tito yang juga Menteri Dalam Negeri menyebutkan, selain 27 daerah yang telah pulih, terdapat 15 daerah lain yang kondisinya mendekati normal. Sementara itu, 10 daerah masih membutuhkan perhatian khusus karena dampak bencana yang cukup luas, termasuk sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.
Di Sumatera Barat, tujuh kabupaten dan kota dinyatakan telah pulih sepenuhnya. Namun, Kabupaten Agam dan Padang Pariaman masih memerlukan penanganan lanjutan.
“Kemudian di Sumatera Utara, sembilan daerah telah kembali normal, sementara beberapa daerah lainnya berada pada tahap mendekati pemulihan,” kata Tito.
Untuk mendukung percepatan pemulihan, pemerintah pusat telah menyiapkan berbagai skema bantuan bagi masyarakat terdampak. Bantuan difokuskan pada rehabilitasi rumah warga sesuai tingkat kerusakan.
Pemerintah menyiapkan bantuan sebesar Rp15 juta per unit untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta per unit untuk rumah rusak sedang, serta Rp60 juta per unit bagi rumah rusak berat atau hilang.
Berdasarkan catatan Satgas PRR, bencana banjir di Sumatera mengakibatkan 35.208 rumah mengalami kerusakan ringan, 17.350 rumah rusak sedang, dan 24.443 rumah rusak berat di tiga provinsi terdampak.












