BGN Temukan Praktik “Ternak Yayasan” dalam Program Makan Bergizi Gratis

- Admin

Senin, 9 Maret 2026 - 15:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Makassar  – Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan adanya pihak yang memanfaatkan program Makan Bergizi Gratis(MBG) untuk kepentingan bisnis. Sejumlah pengusaha diduga mendirikan banyak yayasan agar dapat mengelola lebih dari satu dapur penyedia layanan program tersebut.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan fenomena yang disebut “ternak yayasan” itu muncul seiring tingginya target pelaksanaan program MBG.

Menurutnya, pada awal pelaksanaan pemerintah membuka peluang kemitraan bagi lembaga yang ingin mengelola dapur MBG melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Prioritas diberikan kepada yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan.

Namun dalam praktiknya, sejumlah pihak memanfaatkan kebijakan tersebut dengan membentuk yayasan baru hanya untuk mengelola dapur MBG.

“Ada yang memiliki lebih dari satu dapur karena orientasinya bisnis,” kata Nanik dalam keterangan yang dikutip, Minggu (8/3/2026).

Ia menilai praktik tersebut berpotensi menimbulkan kecemburuan serta menyimpang dari tujuan awal program yang bersifat sosial. Bahkan, dalam beberapa kasus pengelolaan dapur dinilai lebih berorientasi pada keuntungan sehingga fasilitas dan standar operasional kurang diperhatikan.

BGN pun menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap seluruh mitra penyelenggara MBG. Kontrak kerja sama dengan mitra, kata Nanik, hanya berlaku satu tahun dan dapat dihentikan atau diperpanjang berdasarkan hasil evaluasi.

Ia menegaskan program MBG bukanlah bisnis, melainkan investasi sosial dan kemanusiaan untuk meningkatkan gizi masyarakat.

Karena itu, BGN juga mengingatkan para kepala SPPG agar menjalankan program sesuai pedoman teknis dan standar operasional yang telah ditetapkan.

Berita Terkait

Pidato Perdana Pemimpin Baru Iran, Mojtaba Khamenei Serukan Persatuan Iran dan Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup
Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Baru Iran, Trump: “Saya Tidak Senang”
Prabowo Akui Indonesia Hadapi Berbagai Kendala Karena Pejabat dan Birokrat
Mendagri Tito Minta Kepala Daerah Tunda Perjalanan Luar Negeri Selama Periode Lebaran
Prabowo Siap Tarik Indonesia dari Board of Peace Jika Tak Bantu Kemerdekaan Palestina
Minyak Tembus US$78, Pemerintah Antisipasi Dampak Perang AS–Israel dan Iran ke Ekonomi RI
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Kembalikan Mobil Dinas Rp8,49 Miliar
AHY Ingatkan Dampak Konflik AS–Israel dan Iran Bisa Guncang Ekonomi Global

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:48 WITA

Pidato Perdana Pemimpin Baru Iran, Mojtaba Khamenei Serukan Persatuan Iran dan Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup

Senin, 9 Maret 2026 - 20:49 WITA

Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Baru Iran, Trump: “Saya Tidak Senang”

Senin, 9 Maret 2026 - 19:03 WITA

Prabowo Akui Indonesia Hadapi Berbagai Kendala Karena Pejabat dan Birokrat

Senin, 9 Maret 2026 - 18:11 WITA

Mendagri Tito Minta Kepala Daerah Tunda Perjalanan Luar Negeri Selama Periode Lebaran

Senin, 9 Maret 2026 - 15:05 WITA

BGN Temukan Praktik “Ternak Yayasan” dalam Program Makan Bergizi Gratis

Kamis, 5 Maret 2026 - 18:13 WITA

Prabowo Siap Tarik Indonesia dari Board of Peace Jika Tak Bantu Kemerdekaan Palestina

Senin, 2 Maret 2026 - 15:07 WITA

Minyak Tembus US$78, Pemerintah Antisipasi Dampak Perang AS–Israel dan Iran ke Ekonomi RI

Senin, 2 Maret 2026 - 13:55 WITA

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Kembalikan Mobil Dinas Rp8,49 Miliar

Berita Terbaru