Munafri Tegaskan Larangan Reklame di Pohon, Tegaskan Penataan Kota Lebih Tertib

- Admin

Kamis, 9 April 2026 - 20:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, resmi melarang pemasangan reklame pada pohon penghijauan melalui Surat Edaran Nomor: 660/73/S.edar/III/DLH/2025. Kebijakan ini dikeluarkan sebagai upaya menjaga estetika kota sekaligus melindungi lingkungan.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan, surat edaran tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Wali Kota Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penataan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Ia menegaskan seluruh elemen kota harus dikembalikan pada fungsinya, khususnya dalam menjaga keindahan dan keteraturan kota.

“Langkah ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam menata kembali ruang terbuka hijau agar lebih tertata, bersih, dan nyaman dipandang,” ujarnya di Makassar, Rabu.

Menurut Munafri, praktik pemasangan reklame di pohon tidak hanya merusak estetika, tetapi juga berdampak pada kelestarian lingkungan. Tindakan memaku pohon dinilai dapat merusak struktur dan memperpendek usia pohon, yang sejatinya berfungsi sebagai peneduh serta paru-paru kota.

Ia juga menegaskan tidak ada lagi toleransi terhadap baliho yang telah habis masa izinnya maupun yang sejak awal tidak memiliki izin resmi. Pemerintah akan melakukan penertiban sebagai bagian dari upaya menciptakan tata kota yang lebih rapi dan berkelanjutan.

Selain itu, Munafri berharap kebijakan ini dapat meningkatkan kesadaran pelaku usaha dan masyarakat agar lebih patuh terhadap aturan pemasangan media promosi di ruang publik.

Pemkot Makassar juga akan memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah guna memastikan penataan reklame berjalan optimal. Dengan langkah tersebut, diharapkan wajah kota Makassar dapat mencerminkan ketertiban, modernitas, serta berwawasan lingkungan.

“Jika masa berlaku sudah habis, segera diturunkan. Pastikan juga statusnya legal atau ilegal. Ini penting untuk menjaga ketertiban kota,” tegasnya.

Berita Terkait

Sambung Tangan Dorong Keberlanjutan Pendidikan Anak-Anak Kampung Bara-Barayya, Kabupaten Maros
DPRD Makassar Sampaikan Duka Cita atas Insiden Hilang Kontak Pesawat ATR 42-500
Komisi C DPRD Makassar Desak Pemkot Perkuat Penanganan Banjir Secara Terpadu
Munafri Arifuddin Bersama Pimpinan DPRD Makassar Hadiri Outlook Ekonomi Peduli Indonesia Award
PT. GOWA MAKASSAR TAURISM DEVELOPMENT Tbk (GMTD) Tak Hadir, Komisi C DPRD Tunda RDP Klarifikasi Perizinan
Pimpinan DPRD Makassar Gelar Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Kantor DPRD
DPRD Makassar Sampaikan Duka Cita atas Insiden Hilang Kontak Pesawat ATR 42-500
DPRD Kota Makassar Sambut Hangat Kunjungan Kerja DPRD Sulawesi Barat, Perkuat Sinergi Kelembagaan

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:27 WITA

Sambung Tangan Dorong Keberlanjutan Pendidikan Anak-Anak Kampung Bara-Barayya, Kabupaten Maros

Rabu, 30 September 2026 - 21:12 WITA

DPRD Makassar Sampaikan Duka Cita atas Insiden Hilang Kontak Pesawat ATR 42-500

Rabu, 30 September 2026 - 21:06 WITA

Komisi C DPRD Makassar Desak Pemkot Perkuat Penanganan Banjir Secara Terpadu

Rabu, 30 September 2026 - 18:33 WITA

Munafri Arifuddin Bersama Pimpinan DPRD Makassar Hadiri Outlook Ekonomi Peduli Indonesia Award

Rabu, 30 September 2026 - 18:31 WITA

PT. GOWA MAKASSAR TAURISM DEVELOPMENT Tbk (GMTD) Tak Hadir, Komisi C DPRD Tunda RDP Klarifikasi Perizinan

Rabu, 30 September 2026 - 17:39 WITA

DPRD Makassar Sampaikan Duka Cita atas Insiden Hilang Kontak Pesawat ATR 42-500

Rabu, 30 September 2026 - 17:34 WITA

DPRD Kota Makassar Sambut Hangat Kunjungan Kerja DPRD Sulawesi Barat, Perkuat Sinergi Kelembagaan

Rabu, 30 September 2026 - 17:31 WITA

Komisi C DPRD Makassar Desak Pemkot Perkuat Penanganan Banjir Secara Terpadu

Berita Terbaru