Dugaan Pelecehan Seksual oleh Dokter Residen di RSHS Bandung Hebohkan Publik

- Admin

Kamis, 10 April 2025 - 09:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Bandung – Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan seorang peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) terhadap anggota keluarga pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung telah memasuki babak baru.

Pada pertengahan Maret 2025, seorang dokter residen PPDS FK Unpad diduga melakukan tindakan asusila terhadap anggota keluarga pasien di RSHS Bandung. Korban melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) untuk proses hukum lebih lanjut. ​

Menanggapi laporan tersebut, Dekan Fakultas Kedokteran Unpad, Prof. Yudi Mulyana Hidayat, menyatakan bahwa universitas berkomitmen untuk mengawal proses hukum secara tegas, adil, dan transparan. Unpad telah memberikan pendampingan kepada korban selama proses pelaporan dan memastikan kerahasiaan identitas semua pihak yang terlibat. Sebagai langkah tegas, pelaku telah diberhentikan dari program PPDS. ​

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga telah mengambil tindakan dengan melarang pelaku untuk melanjutkan pendidikan spesialis di RSHS secara permanen. Pelaku dikembalikan ke Fakultas Kedokteran Unpad dan akan menjalani proses hukum pidana oleh aparat penegak hukum. ​

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes, Azhar Jaya, menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan sanksi berat berupa pelarangan permanen terhadap PPDS tersebut untuk melanjutkan pendidikan spesialis di RSHS. Azhar juga menyatakan bahwa pelaku akan menjalani proses hukum pidana oleh aparat penegak hukum. ​

Unpad dan RSHS berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan dan sosialisasi guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang aman dan bebas dari tindakan tidak terpuji. ​

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwajib, dan perkembangan lebih lanjut akan diinformasikan sesuai dengan hasil investigasi yang berjalan.

Berita Terkait

Sidang Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Masih Menunggu Putusan Praperadilan
Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja
Diskusi di UGM Ricuh, Nusron Wahid: Ruang Dialog Demokratis Tak Boleh Ditutup
Kisah Tragis Pekerja Dapur MBG di Makassar, Tewas di Tangan Suami
BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini
Qodari: MBG Tidak Akan Dihentikan Meski Didesak Mahasiswa
Kejagung Tetapkan Asep Yusuf Somantri Tersangka Baru Korupsi Program MBG
BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Rp6 Juta per Hari

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:47 WITA

Sidang Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Masih Menunggu Putusan Praperadilan

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:45 WITA

Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:41 WITA

Diskusi di UGM Ricuh, Nusron Wahid: Ruang Dialog Demokratis Tak Boleh Ditutup

Senin, 15 Juni 2026 - 18:18 WITA

Kisah Tragis Pekerja Dapur MBG di Makassar, Tewas di Tangan Suami

Senin, 15 Juni 2026 - 12:47 WITA

BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:57 WITA

Qodari: MBG Tidak Akan Dihentikan Meski Didesak Mahasiswa

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:41 WITA

Kejagung Tetapkan Asep Yusuf Somantri Tersangka Baru Korupsi Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:38 WITA

BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Rp6 Juta per Hari

Berita Terbaru