BBM Tak Naik, Pemerintah Terapkan WFH dan Efisiensi Anggaran Besar-besaran

- Admin

Selasa, 31 Maret 2026 - 16:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Jakarta – Pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) meski terjadi lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel. Sebagai langkah antisipasi, berbagai kebijakan efisiensi dan realokasi anggaran disiapkan untuk menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pemerintah tengah melakukan transformasi kebijakan guna merespons dinamika global. Langkah tersebut mencakup efisiensi anggaran serta penyesuaian kebijakan energi yang menjadi bagian dari program “8 butir transformasi budaya kerja nasional”.

“Kebijakan ini bertujuan untuk mitigasi dan antisipasi dinamika global sekaligus memanfaatkan momentum untuk transformasi,” ujar Airlangga dalam konferensi pers daring dari Seoul, Korea Selatan, Selasa (31/3).

Salah satu langkah konkret adalah penerapan kerja dari rumah (work from home/WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat. Kebijakan ini ditujukan untuk menghemat konsumsi energi, dengan potensi penghematan APBN mencapai Rp6,2 triliun serta pengurangan belanja BBM masyarakat hingga Rp59 triliun.

Selain itu, pemerintah melakukan penyesuaian belanja Kementerian/Lembaga (K/L) melalui prioritasisasi dan refocusing anggaran sebesar Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun. Penghematan difokuskan pada pengurangan belanja non-prioritas seperti perjalanan dinas, rapat, kegiatan seremonial, dan belanja non-operasional lainnya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mengalami penyesuaian, dari sebelumnya enam hari menjadi lima hari dalam sepekan. Kebijakan ini diperkirakan mampu menghemat anggaran sekitar Rp20 triliun.

Meski demikian, kalangan analis menilai langkah tersebut hanya bersifat sementara. Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution, Ronny P Sasmita, menyebut bahwa persoalan utama bukan sekadar kemampuan menahan kenaikan harga BBM, melainkan konsekuensi yang harus ditanggung akibat penundaan tersebut.

Menurutnya, realokasi anggaran hanya memberikan ruang fiskal jangka pendek, tergantung pada selisih harga minyak dunia terhadap asumsi dalam APBN. Ia juga mengingatkan bahwa beban subsidi dan kompensasi energi berpotensi terus meningkat seiring tingginya harga global.

“Jika harga minyak dunia bertahan tinggi, ruang fiskal akan cepat tergerus. Pemerintah pada akhirnya dihadapkan pada pilihan menambah utang, memangkas belanja lain, atau menaikkan harga BBM. Kebijakan ini lebih bersifat menunda daripada mencegah kenaikan,” ujarnya, Rabu (1/4).

Berita Terkait

5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Sidang Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Masih Menunggu Putusan Praperadilan
Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja
Diskusi di UGM Ricuh, Nusron Wahid: Ruang Dialog Demokratis Tak Boleh Ditutup
BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini
Qodari: MBG Tidak Akan Dihentikan Meski Didesak Mahasiswa
Kejagung Tetapkan Asep Yusuf Somantri Tersangka Baru Korupsi Program MBG
BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Rp6 Juta per Hari

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 16:55 WITA

5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:47 WITA

Sidang Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Masih Menunggu Putusan Praperadilan

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:45 WITA

Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:41 WITA

Diskusi di UGM Ricuh, Nusron Wahid: Ruang Dialog Demokratis Tak Boleh Ditutup

Senin, 15 Juni 2026 - 12:47 WITA

BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:57 WITA

Qodari: MBG Tidak Akan Dihentikan Meski Didesak Mahasiswa

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:41 WITA

Kejagung Tetapkan Asep Yusuf Somantri Tersangka Baru Korupsi Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:38 WITA

BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Rp6 Juta per Hari

Berita Terbaru