Gibran Disorot Usai Diduga Tak Salami Sejumlah Menteri di Upacara Militer, AHY Salah Satunya

- Admin

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Bandung – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi sorotan publik setelah diduga tidak menyalami sejumlah menteri kabinet saat menghadiri Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lapangan Udara Suparlan, Pusdiklatpassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (10/8/2025).

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, Gibran terlihat berjalan menuju panggung dan berjabat tangan dengan beberapa pejabat negara. Namun, ia tampak melewati barisan menteri, di antaranya Menteri Agraria dan Tata Ruang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.

Dalam momen tersebut, AHY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat tampak memperhatikan Gibran saat tidak disalami.

Pengamat politik sekaligus staf pengajar Jurusan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menilai peristiwa ini menjadi sorotan karena bersalaman merupakan budaya penting dalam tradisi ketimuran.

“Kenapa ini menjadi ramai? Karena budaya salaman itu dianggap sebagai budaya orang ketimuran secara umum. Kalau ada pertemuan pejabat penting di negara kita, bersalaman adalah hal yang lazim,” ujar Adi  Senin (11/8/2025).

Adi menyebut, absennya jabat tangan dengan AHY berpotensi memunculkan spekulasi politik mengingat hubungan politik yang pernah memanas sebelumnya. Sementara itu, tidak bersalaman dengan Cak Imin, Zulhas, dan Bahlil dinilai tak akan memicu polemik besar karena minim rivalitas politik.

“Beda ceritanya kalau tidak menyalami AHY. Itu pasti dikaitkan dengan ketegangan yang pernah muncul sebelumnya, apalagi sempat ada narasi soal partai biru dan tokoh besar,” jelasnya.

Ia menambahkan, Gibran dan AHY saat ini termasuk figur politik yang paling disorot publik. Menurutnya, tak menutup kemungkinan momen ini hanya gimik politik untuk menarik perhatian masyarakat

Berita Terkait

Pidato Perdana Pemimpin Baru Iran, Mojtaba Khamenei Serukan Persatuan Iran dan Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup
Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Baru Iran, Trump: “Saya Tidak Senang”
Prabowo Akui Indonesia Hadapi Berbagai Kendala Karena Pejabat dan Birokrat
Mendagri Tito Minta Kepala Daerah Tunda Perjalanan Luar Negeri Selama Periode Lebaran
BGN Temukan Praktik “Ternak Yayasan” dalam Program Makan Bergizi Gratis
Prabowo Siap Tarik Indonesia dari Board of Peace Jika Tak Bantu Kemerdekaan Palestina
Minyak Tembus US$78, Pemerintah Antisipasi Dampak Perang AS–Israel dan Iran ke Ekonomi RI
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Kembalikan Mobil Dinas Rp8,49 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:48 WITA

Pidato Perdana Pemimpin Baru Iran, Mojtaba Khamenei Serukan Persatuan Iran dan Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup

Senin, 9 Maret 2026 - 20:49 WITA

Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Baru Iran, Trump: “Saya Tidak Senang”

Senin, 9 Maret 2026 - 19:03 WITA

Prabowo Akui Indonesia Hadapi Berbagai Kendala Karena Pejabat dan Birokrat

Senin, 9 Maret 2026 - 18:11 WITA

Mendagri Tito Minta Kepala Daerah Tunda Perjalanan Luar Negeri Selama Periode Lebaran

Senin, 9 Maret 2026 - 15:05 WITA

BGN Temukan Praktik “Ternak Yayasan” dalam Program Makan Bergizi Gratis

Kamis, 5 Maret 2026 - 18:13 WITA

Prabowo Siap Tarik Indonesia dari Board of Peace Jika Tak Bantu Kemerdekaan Palestina

Senin, 2 Maret 2026 - 15:07 WITA

Minyak Tembus US$78, Pemerintah Antisipasi Dampak Perang AS–Israel dan Iran ke Ekonomi RI

Senin, 2 Maret 2026 - 13:55 WITA

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Kembalikan Mobil Dinas Rp8,49 Miliar

Berita Terbaru