Mufasyahnews.com, Makassar – Musyawarah Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Makassar Timur yang diadakan pada 24-26 Mei 2024 telah lama selesai, namun persoalan tentang hasil musyawarah tersebut tak kunjung diterima beberapa pihak.
Menurut Fahri, selaku Ketua Umum Pimpinan Komisariat (Pikom) IMM Fakultas Agama Islam Universitas Muslim Indonesia (UMI), dalam proses musyawarah tersebut sudah sangat jelas tidak ada indikator kecurangan yang terjadi
“tidak ada indikasi kecurangan pada proses permusywaratan itu sebagai mana yang dilayangkan oleh beberapa pimpinan Komisariat yang lain,” ujarnya, Kamis, 27 Juni 2024.
menurutnya, selaku peserta penuh pada kegiatan tersebut, semuanya sudah berjalan sesuai prosedural yang digariskan dan disetuji pada forum permusyawaratan pimpinan cabang IMM pada umumnya.
maka seharusnya kita mampu menelaah dengan baik hasil dari permusyawaratan yang terjadi di dalam muscab kali ini jangan sampai berimbas pada pimpinan komisariat di bawahnya
Ia mengungkapkan bahwa lebih baik fokus pada tupoksi organisasi sebagai wadah perkaderan untuk mencetak generasi daripada merawat konflik yang berkepanjangan.
“apakah kita akan biarkan konflik ini berkepanjangan dan menolak hasil musyawarah atau kita fokus pada apa yang menjadi tugas kita dalam ber-IMM khusunya dalam rana Pimipinan Komisariat, yang seharusnya kita fokus untuk menjaring dan memperbanyak kader di tiap-tiap PIKOM tapi malah diseret-seret oleh kepentingan yang hina yaitu memperebutkan amanah keuasaan,” ungkapnya
Terakhir Fahri mempertegas bahwa saatnya kita berhenti untuk saling tuduh menuduh kecurangan karna sampai saat ini belum ada bukti legitimasi yang sesuai malah jatuhnya fitnah legitimasi.
“Setiap musyawarah memiliki dinamikanya masing-masing begitupun musyawarah kali ini maka marilah kita berpikir maju dan menerima hasil yang ada tanpa mau dibenturkan oleh oknum yang hanya menginginkan kepentingan semata” tutupnya












