Mufasyahnews.com, Makassar – Dalam rangka milda LDRH ke – 3 lembaga debat dan riset hokum akan menyelenggarakan kompetisi piala sultan alaudin makassar yang merupakan kompetisi debat hokum nasional yang akan dilaksanakan pda jumat 24 sampai minggu 26 mei 2024, kompetisi ini terdiri dari empat babak yakni babak seleksi video, babak penyisihan 16 besar, babak semi final 4 besar dan babak grand final. Kompetisi ini diikuti oleh 35 peserta dari seluruh Indonesia yakni dari universitas :
- Uin Alauddin Makassar
- Universitas Serang Raya
- Universitas Kristen Indonesia
- Universitas Trunojoyo Madura
- Uin Sunan Gunung Jati
- Universitas Sultan Agung Tritayasa
- Stain Majene
- Universitas Jambi
- Universitas Kristen Satya Wacana
- Universitas Sumatra Utara
- Universitas Sam Ratulangi
- Universitas Lambung Mangkurat
- Universitas Diponegoro
- Uin Imam Bonjol Padang
- Uin Sunan Ampel Surabaya
- Universitas 17 Agustus Surabaya
- Univversitas Muhammadiyah Yogyakarta
- Uin Raden Intang Lampung
- Uin Walisongo
- Universitas Mulawarman
- Universitas Kristen Satya Wacana
- Universitas Muslim Indonesia
- Universitas Negeri Yogyakarta
- IAIN Palopo
- Universitas Pattimura
- Universitas Jember
- Universitas Muhammadiyah Malang
Pendaftaran dibuka sejak 28 april sampai 18 mei 2024, hingga pada saat pelaksanaan technical meeting 23 mei 2024 pukul 16.00 WITA antusias para calon peserta dari berbagai kampus di Indonesia masih terus berdatangan utuk berpartisipasi pada kompetisi debat hokum nasional Vol.II yang di selenggarakan LDRH UIN Alauddin Makassar. LDRH memang terkenal sebagai Lembaga keilmuan dengan berbagai prestasi yang dicapainya, diusiayang masih sangat muda LDRH telah melahirkan kader – kader yang berkualitas dan mampu menjadi pelopor untuk terus mengasah dan mengembangkan potensi untuk mencetak prestasi – prestasi yang mengharumkan nama kampus dan memberi pengaruh besar terhadap akreditasi kampus. Seperti slogannya, Kritis, Analitis, Salam Justitia, LDRH lebih telah menunjukkan posisi dan kualitasnya sebagai Lembaga yang memiliki nawacita sebagai imperium intelektual muda bahwa Lembaga ini tidak akan regresi apalagi redup ditengah banyaknya dinamika yng menerpa dari berbgai pihak yang menghambat dan menyulitkan mahasiswa untuk memilih ruang bertumbuhnya sendiri.












