Menkeu Purbaya Soroti Selisih Rp18 Triliun Dana Pemda, Minta BI dan Kemendagri Sinkronkan Data

- Admin

Senin, 20 Oktober 2025 - 14:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Jakarta  –  Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti perbedaan data antara Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait jumlah dana pemerintah daerah (pemda) yang tersimpan di perbankan.

Berdasarkan data BI, total dana daerah yang mengendap di bank mencapai Rp233 triliun, sementara Kemendagri mencatat hanya Rp215 triliun. Dengan demikian, terdapat selisih sekitar Rp18 triliun yang perlu ditelusuri.

“Yang pertama dicek Rp18 triliun itu uang bedanya di mana dan ke mana larinya,” ujar Purbaya usai menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Senin (20/10/2025).

Menkeu menegaskan perlunya verifikasi menyeluruh agar dana publik dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.

Ia juga menyoroti kebiasaan pemda yang menghabiskan anggaran di akhir tahun, namun tetap menyisakan sekitar Rp100 triliun dalam bentuk Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA).

Dana tersebut biasanya digunakan untuk membayar gaji dan kontrak kerja pada awal tahun berikutnya. Namun, Purbaya menilai praktik itu kurang efisien karena memperlambat perputaran uang di daerah.

Untuk mengatasinya, pemerintah tengah menyiapkan mekanisme transfer dana awal tahun, agar pemda dapat segera melaksanakan kegiatan tanpa harus menimbun kas dalam jumlah besar.

Selain itu, Purbaya mendorong agar dana pemda ditempatkan di Bank Pembangunan Daerah (BPD) masing-masing.

 Langkah ini diharapkan mampu menjaga likuiditas di wilayah sekaligus memperkuat sektor keuangan lokal.

“Kalau dana daerah disimpan di bank besar di pusat, likuiditas di daerah menipis. Jadi, kalau BPD-nya kurang bagus, ya diperbaiki,” tegasnya.

Menurut Menkeu, sinkronisasi data dan optimalisasi penempatan dana di BPD merupakan langkah penting untuk memperkuat ekonomi daerah dan mendukung pemerataan pertumbuhan nasional.

Berita Terkait

Pidato Perdana Pemimpin Baru Iran, Mojtaba Khamenei Serukan Persatuan Iran dan Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup
Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Baru Iran, Trump: “Saya Tidak Senang”
Prabowo Akui Indonesia Hadapi Berbagai Kendala Karena Pejabat dan Birokrat
Mendagri Tito Minta Kepala Daerah Tunda Perjalanan Luar Negeri Selama Periode Lebaran
BGN Temukan Praktik “Ternak Yayasan” dalam Program Makan Bergizi Gratis
Prabowo Siap Tarik Indonesia dari Board of Peace Jika Tak Bantu Kemerdekaan Palestina
Minyak Tembus US$78, Pemerintah Antisipasi Dampak Perang AS–Israel dan Iran ke Ekonomi RI
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Kembalikan Mobil Dinas Rp8,49 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:48 WITA

Pidato Perdana Pemimpin Baru Iran, Mojtaba Khamenei Serukan Persatuan Iran dan Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup

Senin, 9 Maret 2026 - 20:49 WITA

Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Baru Iran, Trump: “Saya Tidak Senang”

Senin, 9 Maret 2026 - 19:03 WITA

Prabowo Akui Indonesia Hadapi Berbagai Kendala Karena Pejabat dan Birokrat

Senin, 9 Maret 2026 - 18:11 WITA

Mendagri Tito Minta Kepala Daerah Tunda Perjalanan Luar Negeri Selama Periode Lebaran

Senin, 9 Maret 2026 - 15:05 WITA

BGN Temukan Praktik “Ternak Yayasan” dalam Program Makan Bergizi Gratis

Kamis, 5 Maret 2026 - 18:13 WITA

Prabowo Siap Tarik Indonesia dari Board of Peace Jika Tak Bantu Kemerdekaan Palestina

Senin, 2 Maret 2026 - 15:07 WITA

Minyak Tembus US$78, Pemerintah Antisipasi Dampak Perang AS–Israel dan Iran ke Ekonomi RI

Senin, 2 Maret 2026 - 13:55 WITA

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Kembalikan Mobil Dinas Rp8,49 Miliar

Berita Terbaru