Menkeu Suntik Rp 200 Triliun ke Bank Himbara, Mulai Cair Besok

- Admin

Kamis, 11 September 2025 - 20:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan menyuntikkan dana sebesar Rp 200 triliun ke enam bank milik negara (Himbara). Dana tersebut bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang saat ini mengendap di Bank Indonesia (BI).

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan menyuntikkan dana sebesar Rp 200 triliun ke enam bank milik negara (Himbara). Dana tersebut bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang saat ini mengendap di Bank Indonesia (BI).

Mufasyahnews.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan menyuntikkan dana sebesar Rp 200 triliun ke enam bank milik negara (Himbara). Dana tersebut bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang saat ini mengendap di Bank Indonesia (BI).

“Besok sudah masuk, ke enam bank,” kata Purbaya usai menghadiri acara Great Lecture di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (11/9/2025).

Enam bank Himbara yang akan menerima dana segar tersebut meliputi Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Bank Syariah Nasional (BSN).

Tujuan Penempatan Dana

Purbaya menegaskan penempatan dana ini ditujukan untuk mempercepat penambahan likuiditas dalam sistem keuangan. Dana segar tersebut bebas digunakan bank untuk menyalurkan kredit produktif, dengan catatan tidak boleh dipakai membeli Surat Berharga Negara (SBN) maupun Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

“Suka-suka bank. Yang penting likuiditas masuk ke sistem,” ujarnya.

Skema dan Mekanisme

Menurut Purbaya, Rp 200 triliun akan disalurkan secara bertahap dan bisa ditambah jika dampaknya ke perekonomian dinilai kurang signifikan. “Taruh segitu dulu. Kita lihat dalam waktu seminggu, dua minggu, tiga minggu, seperti apa dampaknya. Kalau kurang, tambah lagi,” katanya.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu, menjelaskan bahwa mekanisme penempatan dana ini mirip dengan program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang sebelumnya telah dijalankan.

“Intinya, kita ingin mempercepat penyaluran kredit produktif. Tidak boleh dipakai membeli SBN karena itu kontraproduktif,” jelas Febrio.

Tanpa Regulasi Baru

Purbaya menambahkan bahwa penempatan dana Rp 200 triliun tidak memerlukan aturan baru. “Nggak perlu PMK. Kalau PMK pun saya yang tanda tangan,” ujarnya.

Berita Terkait

Pidato Perdana Pemimpin Baru Iran, Mojtaba Khamenei Serukan Persatuan Iran dan Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup
Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Baru Iran, Trump: “Saya Tidak Senang”
Prabowo Akui Indonesia Hadapi Berbagai Kendala Karena Pejabat dan Birokrat
Mendagri Tito Minta Kepala Daerah Tunda Perjalanan Luar Negeri Selama Periode Lebaran
BGN Temukan Praktik “Ternak Yayasan” dalam Program Makan Bergizi Gratis
Prabowo Siap Tarik Indonesia dari Board of Peace Jika Tak Bantu Kemerdekaan Palestina
Minyak Tembus US$78, Pemerintah Antisipasi Dampak Perang AS–Israel dan Iran ke Ekonomi RI
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Kembalikan Mobil Dinas Rp8,49 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:48 WITA

Pidato Perdana Pemimpin Baru Iran, Mojtaba Khamenei Serukan Persatuan Iran dan Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup

Senin, 9 Maret 2026 - 20:49 WITA

Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Baru Iran, Trump: “Saya Tidak Senang”

Senin, 9 Maret 2026 - 19:03 WITA

Prabowo Akui Indonesia Hadapi Berbagai Kendala Karena Pejabat dan Birokrat

Senin, 9 Maret 2026 - 18:11 WITA

Mendagri Tito Minta Kepala Daerah Tunda Perjalanan Luar Negeri Selama Periode Lebaran

Senin, 9 Maret 2026 - 15:05 WITA

BGN Temukan Praktik “Ternak Yayasan” dalam Program Makan Bergizi Gratis

Kamis, 5 Maret 2026 - 18:13 WITA

Prabowo Siap Tarik Indonesia dari Board of Peace Jika Tak Bantu Kemerdekaan Palestina

Senin, 2 Maret 2026 - 15:07 WITA

Minyak Tembus US$78, Pemerintah Antisipasi Dampak Perang AS–Israel dan Iran ke Ekonomi RI

Senin, 2 Maret 2026 - 13:55 WITA

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Kembalikan Mobil Dinas Rp8,49 Miliar

Berita Terbaru