Mufasyahnews.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyatakan kehadirannya di tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) selalu memberinya keberanian lebih untuk berbakti dan membela kepentingan bangsa Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam acara Mujahadah Kubro memperingati Hari Lahir Satu Abad Nahdlatul Ulama di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).
“Setiap kali saya muncul di tengah-tengah Nahdlatul Ulama, di tengah santri-santriwati, di tengah para kiai, apalagi kiai-kiai besar dan ulama-ulama besar ada di belakang saya, rasanya saya jadi lebih berani untuk berbakti, mengabdi, dan membela rakyat Indonesia seluruhnya,” ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan, kiprah NU selama satu abad telah membuktikan peran penting organisasi tersebut sebagai salah satu pilar kebesaran bangsa Indonesia.
Ia menyebut NU selalu hadir pada saat-saat krusial dalam perjalanan bangsa.
“Setiap kali negara dalam keadaan bahaya, NU tampil untuk menyelamatkan,” ucapnya.
Mengutip Antara, rangkaian Mujahadah Kubro NU diawali dengan Sarasehan Pesantren di Universitas Islam Malang (Unisma) pada Rabu, 7 Januari 2026. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan ziarah muassis dan muharrik NU se-Jawa Timur pada 24 Januari 2026.
Agenda lainnya meliputi Hadrah Lailatul Ishari di Masjid Kemayoran Surabaya pada 29 Januari, serta pameran lukisan nasional bertema Mangsa Kalasubo di Galeri Dewan Kesenian Surabaya pada 30 Januari 2026.
Selain itu, PWNU Jawa Timur juga menggelar berbagai kegiatan sosial dan ekonomi, seperti program parenting dan pesantren sehat yang berlangsung pada 27 Januari hingga 15 Februari 2026.
PWNU Jatim turut menyelenggarakan Pameran NUConomic, GenZINU Bootcamp, serta talkshow tiga pilar ekonomi NU UMKM, filantropi, dan industri pertanian yang digelar di Kampung Coklat, Kabupaten Blitar, pada 5–7 Februari 2026.












