Mufasyahnews.com, Makassar – Dunia mode internasional tengah diguncang oleh pengungkapan mengejutkan dari produsen asal China yang membongkar praktik produksi barang-barang mewah.
Melalui video yang viral di TikTok, mereka mengklaim bahwa banyak produk mewah berlabel “Made in Italy” atau “Made in Switzerland” sebenarnya diproduksi di China dengan biaya produksi yang jauh lebih rendah.
Beberapa merek mewah ternama diketahui memproduksi barang mereka di China atau negara lain dengan biaya produksi yang lebih murah, kemudian menyelesaikan tahap akhir produksi di Italia atau Swiss untuk memenuhi syarat penggunaan label “Made in Italy” atau “Made in Switzerland”.
Hal ini sesuai dengan peraturan Uni Eropa yang memungkinkan penggunaan label asal negara jika tahap akhir produksi dilakukan di negara tersebut.
Regina Frei, profesor sistem berkelanjutan dan sirkular di University of the Arts London, menyatakan bahwa praktik semacam ini dapat menimbulkan kebingungan di kalangan konsumen.
“Bisa saja ya atau tidak,” ujarnya ketika ditanya apakah barang mahal yang dibeli konsumen benar-benar buatan Italia atau Swiss.
Hal ini menunjukkan kompleksitas dalam rantai pasok global dan perlunya transparansi dalam informasi produk.












