Skandal Korupsi Pertamina: Dugaan Pengoplosan Pertalite Menjadi Pertamax Rugikan Negara Rp193,7 Triliun

- Admin

Rabu, 26 Februari 2025 - 20:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Makassar – Kejaksaan Agung Republik Indonesia telah mengungkap dugaan korupsi besar di tubuh PT Pertamina (Persero) yang terjadi pada periode 2018 hingga 2023.

Kasus ini melibatkan praktik pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite (RON 90) menjadi Pertamax (RON 92), yang diperkirakan merugikan negara hingga Rp193,7 triliun.

Dalam pengadaan produk kilang, tersangka Riva Siahaan (RS) diduga melakukan pembelian dan pembayaran untuk BBM RON 92.

Namun, yang sebenarnya dibeli adalah BBM dengan RON lebih rendah, yaitu RON 90, yang kemudian dioplos atau dicampur di storage/depo untuk mencapai RON 92.

Praktik ini tidak diperbolehkan dan dianggap melanggar hukum.

Akibat dari tindakan melawan hukum ini, negara diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp193,7 triliun.

Kerugian tersebut berasal dari beberapa komponen, antara lain:

1. Kerugian ekspor minyak mentah dalam negeri sekitar Rp35 triliun.
2. Kerugian impor minyak mentah melalui DMUT/Broker sekitar Rp2,7 triliun.
3. Kerugian impor BBM melalui DMUT/Broker sekitar Rp9 triliun.
4. Kerugian pemberian kompensasi pada tahun 2023 sekitar Rp126 triliun.
5. Kerugian pemberian subsidi pada tahun 2023 sekitar Rp21 triliun.

Menanggapi tuduhan tersebut, Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, membantah adanya praktik pengoplosan antara Pertalite dan Pertamax.

Ia menegaskan bahwa BBM yang dijual ke masyarakat telah sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Fadjar juga menyebut bahwa narasi mengenai pengoplosan mungkin disebabkan oleh miskomunikasi terkait pembelian RON 92.

Pengungkapan kasus ini memicu kemarahan di kalangan masyarakat, terutama pengguna media sosial. Banyak warganet merasa dirugikan karena kemungkinan telah membeli Pertamax dengan kualitas yang tidak sesuai standar, mengingat adanya dugaan pengoplosan tersebut.

Kejaksaan Agung telah menetapkan tujuh tersangka dalam kasus ini, yang terdiri dari empat pegawai Pertamina dan tiga pihak swasta.

Penyidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dan memastikan penegakan hukum berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kasus dugaan korupsi di tubuh Pertamina ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan kekhawatiran mengenai integritas pengelolaan BUMN strategis di Indonesia.

Diharapkan proses hukum yang transparan dan akuntabel dapat segera dilakukan untuk memulihkan kepercayaan masyarakat serta mencegah terulangnya praktik serupa di masa mendatang.

Berita Terkait

Sidang Tuntutan Noel di Kasus Pemerasan Sertifikat K3 Digelar 18 Mei
Tersangka Pemerkosaan Puluhan Santriwati Mengaku Jalani Ritual Saat Diburu Polisi
Sepatu Sekolah Rakyat Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Gus Ipul
Sidang Nadiem Makarim Memanas, Jaksa dan Pengacara Saling Bentak di Ruang Sidang
Pendiri Ponpes di Pati Jadi Tersangka Dugaan Pemerkosaan, Menag: Tak Ada Toleransi
PBNU Kecam Dugaan Pemerkosaan Puluhan Santriwati di Pati, Minta Pelaku Dihukum Berat
Vonis Eks Dirut Pertamina Luhur Budi Diperberat Jadi 6 Tahun Penjara di Tingkat Banding
Sidang Korupsi Chromebook, Ahli Sebut Laporan Audit Hanya Asumsi

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:04 WITA

Sidang Tuntutan Noel di Kasus Pemerasan Sertifikat K3 Digelar 18 Mei

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:01 WITA

Tersangka Pemerkosaan Puluhan Santriwati Mengaku Jalani Ritual Saat Diburu Polisi

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:55 WITA

Sepatu Sekolah Rakyat Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Gus Ipul

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:52 WITA

Sidang Nadiem Makarim Memanas, Jaksa dan Pengacara Saling Bentak di Ruang Sidang

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:49 WITA

Pendiri Ponpes di Pati Jadi Tersangka Dugaan Pemerkosaan, Menag: Tak Ada Toleransi

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:26 WITA

Vonis Eks Dirut Pertamina Luhur Budi Diperberat Jadi 6 Tahun Penjara di Tingkat Banding

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:20 WITA

Sidang Korupsi Chromebook, Ahli Sebut Laporan Audit Hanya Asumsi

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:17 WITA

Sidang Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Memanas, Hakim Kritik Keras Empat Prajurit TNI

Berita Terbaru