Mufasyahnews.com, Makassar – Pengelola Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar mulai melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang arus mudik Lebaran Idul Fitri 2026. Sejumlah langkah disiapkan guna memastikan kelancaran layanan penerbangan selama periode mudik.
General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai, mengatakan peningkatan jumlah penumpang diperkirakan terjadi seiring mendekati masa mudik. Kenaikan mobilitas masyarakat tersebut dipicu oleh beberapa kebijakan pemerintah yang mendukung perjalanan masyarakat.
Salah satu faktor pendorong adalah penurunan harga tiket pesawat. Kebijakan ini merupakan hasil dukungan pemerintah bersama sejumlah pihak, seperti Pertamina dan Angkasa Pura, yang memberikan subsidi sehingga harga tiket menjadi lebih terjangkau.
“Harga tiket rata-rata maskapai setelah mendapat subsidi dari pemerintah dan beberapa instansi seperti Pertamina dan Angkasa Pura turun sekitar 18 hingga 20 persen per tiket,” ujar Minggus.
Selain itu, kebijakan fleksibilitas kerja atau Work From Anywhere (WFA) juga diperkirakan akan meningkatkan mobilitas masyarakat melalui jalur udara.
Untuk mengantisipasi peningkatan penumpang, pihak bandara akan mendirikan Posko Angkutan Lebaran yang mulai beroperasi pada 13 Maret 2026. Posko tersebut akan melibatkan ratusan personel gabungan dari berbagai instansi guna menjaga kelancaran operasional bandara.
Menurut Minggus, koordinasi dengan berbagai pihak telah dilakukan secara bertahap melalui komunitas Airport Operator Committee (AOC) maupun Facilitation (FAL).
“Kami sudah melakukan rapat secara bertahap dalam komunitas AOC maupun FAL untuk mengantisipasi arus mudik,” katanya.
Saat ini, pergerakan penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin masih relatif stabil. Jumlah penumpang yang dilayani setiap hari berkisar antara 16 ribu hingga 20 ribu orang.
Padahal, dalam kondisi normal bandara tersebut mampu melayani sekitar 30 ribu penumpang per hari.
Sementara itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai stimulus guna mendukung kelancaran mudik Lebaran tahun ini. Salah satunya berupa program diskon tiket pesawat sebesar 17 hingga 18 persen.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan diskon tersebut diberikan melalui skema Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah.
“Diskon tiket pesawat real-nya nanti sekitar 17 hingga 18 persen. Dengan PPN ditanggung pemerintah. Kalau pada periode Natal sebelumnya yang ditanggung 6 persen, kali ini ditanggung penuh,” kata Airlangga seperti dikutip dari Kompas.com, Minggu (8/3/2026).
Program potongan harga tiket ini berlaku untuk penerbangan pada periode 14 hingga 29 Maret 2026. Sementara pembelian tiket dapat dilakukan sejak 10 Februari hingga 29 Maret 2026.
Selain diskon tiket, pemerintah juga mendorong kebijakan Work From Anywhere (WFA) menjelang Ramadan dan Lebaran guna mengatur mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Stimulus kita siapkan, mungkin menjelang bulan puasa nanti akan kita dorong,” ujar Airlangga.












