Munafri Arifuddin Tegaskan WFH Bukan Libur bagi ASN, Cegah ASN Pulang Kampung

- Admin

Minggu, 5 April 2026 - 10:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, MakassarPemerintah Kota Makassar menegaskan pengawasan ketat terhadap aparatur sipil negara (ASN) selama kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) diberlakukan. Kebijakan ini menuntut ASN tetap responsif dalam komunikasi dan koordinasi kerja meski tidak berada di kantor.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan bahwa seluruh ASN harus siap menyediakan data dan informasi kapan pun dibutuhkan pimpinan. Ia menekankan, pola kerja selama WFH tetap mengedepankan kecepatan respons serta kesiapan dalam mendukung pelayanan pemerintahan.

“Kalau kita minta data, harus siap. Bisa dibagikan lewat WhatsApp, email, dan lainnya,” ujar Munafri, Kamis (2/4/2026).

Munafri mengingatkan bahwa penerapan WFH bukan berarti mengurangi tanggung jawab ASN. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci agar koordinasi dan kinerja tetap berjalan optimal dari lokasi masing-masing.

Ia juga memberi peringatan agar ASN tidak menganggap WFH sebagai waktu libur. Seluruh pegawai, kata dia, tetap wajib menjalankan tugas secara maksimal seperti saat bekerja di kantor.

“WFH itu bukan liburan, tapi tetap bekerja dari rumah,” tegasnya.

Pemkot Makassar juga mengantisipasi potensi penyalahgunaan kebijakan WFH, terutama karena pelaksanaannya jatuh pada hari Jumat yang rawan dimanfaatkan untuk pulang kampung.

Untuk menjaga kedisiplinan, sistem absensi tetap diberlakukan seperti hari kerja normal. Langkah ini dilakukan agar kehadiran dan kinerja ASN tetap terpantau selama bekerja dari rumah.

“Jangan sampai dianggap kesempatan pulang kampung. Absensi tetap seperti hari biasa,” ujar Munafri.

Di sisi lain, Pemkot Makassar tengah mengkaji kemungkinan penerapan skema kerja fleksibel tambahan melalui work from anywhere (WFA). Kajian ini dilakukan sebagai respons terhadap kondisi saat ini, termasuk upaya mengurangi mobilitas dan penggunaan energi.

Namun, Munafri menegaskan kajian tersebut juga mempertimbangkan risiko peningkatan mobilitas ASN, termasuk potensi memanfaatkan kebijakan fleksibel untuk memperpanjang waktu di luar daerah.

“Kami masih memaksimalkan kajian ini, jangan sampai justru membuat orang pulang kampung lebih lama,” katanya.

Berita Terkait

Eks Wakil Kepala BGN Serahkan 26 Nama ke Kejagung dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG
Kelangkaan Solar Kembali Terjadi di Makassar, Antrean Truk dan Bus Mengular di SPBU
Kasus Skincare Ilegal Mira Hayati, Denda Rp1 Miliar Resmi Dilunasi Keluarga
Bank Sampah Unit Jadi Program Baru Pemkot Makassar Tekan Volume Sampah
Munafri: Hadiah 100 Juta RT Terbaik untuk Kepentingan Warga, Bukan Pribadi Pengurus
Pelemahan Nilai Rupiah Picu Kenaikan Harga Elektronik di Makassar
Makassar Hasilkan 1.036 Ton Sampah per Hari, Pemkot Perkuat Kolaborasi Penanganan
Muhammad Alwi: Pendidikan Bukan Sekadar Hak, tetapi Investasi Masa Depan Daerah

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:29 WITA

Eks Wakil Kepala BGN Serahkan 26 Nama ke Kejagung dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:25 WITA

Kelangkaan Solar Kembali Terjadi di Makassar, Antrean Truk dan Bus Mengular di SPBU

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:21 WITA

Kasus Skincare Ilegal Mira Hayati, Denda Rp1 Miliar Resmi Dilunasi Keluarga

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:14 WITA

Bank Sampah Unit Jadi Program Baru Pemkot Makassar Tekan Volume Sampah

Senin, 8 Juni 2026 - 16:27 WITA

Pelemahan Nilai Rupiah Picu Kenaikan Harga Elektronik di Makassar

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WITA

Makassar Hasilkan 1.036 Ton Sampah per Hari, Pemkot Perkuat Kolaborasi Penanganan

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:32 WITA

Muhammad Alwi: Pendidikan Bukan Sekadar Hak, tetapi Investasi Masa Depan Daerah

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:14 WITA

5.502 Jamaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Madinah pada Fase Gelombang Kedua

Berita Terbaru